Penuh Khidmat, Jamaah Majelis Ta’lim Nurul Iman Sekarteja Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Sekartjeja, Lombok Timur—Penasilet.com – Penuh makna dan khidmat, Jamaah Majelis Ta’lim Musholla Nurul Iman, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut menjadi momentum bagi jamaah untuk menumbuhkan rasa cinta dan syukur kepada Allah SWT sekaligus mengenang keteladanan Rasulullah Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema “Rasulullah Teladan Kita, Akhlak Mulia Jalan Hidup Kita.” Tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jamaah agar menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan, khususnya dalam membangun akhlak yang mulia.

Tausiah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ustaz H. Munawir Gazali, QH.S,Sy. Selain sebagai pengasuh Pengajian Majelis Ta’lim Nurul Iman Sekarteja, beliau juga merupakan pimpinan Ribat Imam Gazali yang berada di Kelurahan Sekarteja.

Dalam tausiyahnya, Ustaz H. Munawir Gazali menyampaikan sejumlah hikmah dan pelajaran tentang kecintaan kepada Rasulullah SAW serta keutamaan memperingati Maulid Nabi.

Ia juga mengisahkan sebuah cerita tentang seorang anak muda yang dalam tidurnya bermimpi melihat suasana hari kiamat. Dalam mimpi tersebut, sejumlah orang diperbolehkan masuk surga, sementara dirinya tidak diperkenankan masuk.

Ketika bertanya mengenai alasan dirinya tidak diperbolehkan masuk, penjaga surga dalam mimpinya menyampaikan bahwa terdapat sebuah tempat khusus bagi orang-orang yang mencintai dan bergembira dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Setelah terbangun dari mimpinya, anak muda tersebut kemudian bernazar untuk menyedekahkan harta peninggalan ibunya kepada orang-orang yang sedang memperingati Maulid Nabi. Ia juga berniat untuk terus bersedekah dalam setiap momentum peringatan Maulid Nabi selama hidupnya.

Pada malam berikutnya, anak muda itu kembali bermimpi. Dalam mimpinya, ia melihat ibunya berada dalam keadaan bahagia dengan mengenakan pakaian yang indah.

Ketika ditanya mengapa sang ibu tampak begitu bahagia, dalam mimpi tersebut sang ibu menjawab bahwa kebahagiaan itu merupakan salah satu bentuk balasan atas sedekah yang diberikan anaknya dari harta peninggalannya untuk kegiatan Maulid Nabi.

Kisah tersebut disampaikan sebagai bahan renungan kepada jamaah agar senantiasa mencintai Rasulullah SAW, memperbanyak amal kebaikan, bersedekah, serta meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Pengurus Musholla Nurul Iman, Ustaz Muzanni, QH., S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi sudah menjadi bagian dari tradisi yang terus dijaga oleh jamaah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi, tetapi juga berbagai hari besar Islam lainnya. Selain sebagai sarana memperkuat silaturahmi, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk melanjutkan sunnah hasanah atau tradisi baik yang telah diwariskan oleh para orang tua dan pendahulu.

“Musholla Nurul Iman juga memiliki berbagai kegiatan rutin, seperti pengajian mingguan setiap hari Kamis, kegiatan hiziban setiap malam Jumat, serta shalat berjamaah setiap waktu,” ujar Ustaz Muzanni.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Nurul Iman Sekarteja berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan, kebersamaan, dan kekeluargaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.

Melalui peringatan tersebut, jamaah diharapkan tidak hanya menjadikan Maulid Nabi sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk semakin mencintai Rasulullah SAW dan mengamalkan akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Editor :ZQ/PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!