Ini Tanggapan Aktivis Terkait Desakan Tokoh Masyarakat Yang Meminta Bupati Bogor Mengganti Camat Tanjungsari

Bogor. Penasilet.com,- Terkait adanya permintaan sejumlah tokoh masyarakat di Tanjungsari yang meminta Bupati Bogor Mengganti Camat Tanjungsari “TS” yang dinilai kurang maksimal dalam segi pelayanan kepada masyarakat sebagai pimpinan pemerintahan Kecamatan Tanjungsari.

Camat merupakan kepanjangan pemerintahan kabupaten (Bupati) yang seharusnya akselerasi pembangunan , pelayanan Publik bisa maksimal seperti yang diharapkan oleh masyarakat Tanjungsari termasuk para tokoh masyarakat Tanjungsari.

Camat Tanjungsari yang acap kali mengeluh sakit menjadi alasan para tokoh masyarakat Tanjungsari membubuhkan tanda tangan pada surat pernyataan (Permintaan) kepada Bupati Bogor Iwan Setiawan agar segera mengganti Camat Tanjungsari.

 

Januari Manurung salah seorang Aktivis Gerakan Perubahan Nasional (Gerhana) angkat bicara.”Ya kalau memang menurut masyarakat dan para tokoh yang meminta Bupati Bogor Mengganti Camat Tanjungsari itu hak daripada warga masyarakat Tanjungsari, karena sesuai dengan sumpah jabatannya siapapun pejabatnya pada dasarnya harus melayani masyarakat (Rakyat) sebagai pengabdiannya ,tugasnya kan begitu.”Ujar JM sapaan akrabnya (4/12).

Lebih lanjut JM mengatakan- Saya lihat di surat pernyataan para tokoh masyarakat yang beredar , Camatnya sakait – sakitan sehingga mungkin dalam berbagai kegiatan pemerintahan termasuk pelayanan publik yang seharusnya dia (Camat) layani menjadi terhambat , mungkin ada Sekcam , Kasie ,bawahan camat tapi kan tidak bisa seperti itu dengan alasan sakit menjadi alasan kelasik dia, sehingga bentuk pelayanan dari camat tidak maksimal karena, tidak semua bisa di wakili bawahan camat.

Ini harus jadi koreksi bagi para pejabat wilayah suatu daerah anda – anda itu dibayar , di gaji oleh rakyat bekerja lah yang baik , dengan Inovasi – Inovasi memajukan wilayah yang anda pimpin, menyatu dengan warga masyarakat berbaur bersilaturahmi agar terjalin Cemistri antara pimpinan dengan rakyatnya, jangan merasa saya kan pimpinan saya kan pejabat, ketika sudah seperti itu maka yang terjadi tidak ada rasa kekeluargaan tidak akan ada kemajuan diwilayah yang dipimpinnya.”pungkasnya. (M,red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!