MUSI BANYUASIN,Penasilet.com – Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menuai sorotan tajam publik. Perbedaan mencolok kualitas jalan provinsi di wilayah perbatasan kedua kabupaten tersebut memicu keluhan masyarakat yang merasa adanya ketimpangan pembangunan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ruas jalan di wilayah Muba, khususnya dari arah Sekayu menuju Desa Rantau Sialang–Tebing Bulang hingga Sindang Marga, berada dalam kondisi rusak parah. Badan jalan dipenuhi lubang besar dengan kedalaman bervariasi. Saat hujan turun, lubang-lubang tersebut berubah menjadi kubangan berlumpur yang membahayakan pengguna jalan.
Situasi ini memaksa pengendara, baik roda dua maupun roda empat, untuk menurunkan kecepatan secara drastis demi menghindari kecelakaan maupun kerusakan kendaraan. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan ruas jalan di wilayah PALI yang tampak mulus dan layak dilalui.
“Perbedaannya sangat terasa. Begitu masuk wilayah PALI, jalannya langsung bagus. Tapi di Muba justru hancur lebat, padahal sama-sama jalan provinsi,” ungkap warga sebut saja Udin yang rutin melintas di jalur tersebut, menyampaikan kepada media, Rabu (15/4/2026).
Ia mengaku kecewa dengan lambannya penanganan dari pihak terkait. Menurutnya, kondisi jalan rusak di sisi Muba telah berlangsung selama belasan tahun tanpa adanya perbaikan signifikan.
Warga pun mempertanyakan efektivitas berbagai pembahasan di tingkat legislatif maupun eksekutif yang selama ini disebut-sebut telah mengagendakan perbaikan jalan tersebut. Namun hingga kini, hasil nyata belum dirasakan masyarakat.
“Katanya sudah sering dibahas dalam rapat paripurna, tapi sampai sekarang tidak ada perubahan. Kami butuh tindakan konkret, bukan sekadar wacana,” tambahnya.
Kerusakan jalan ini tidak hanya berdampak pada keselamatan pengguna, tetapi juga menekan aktivitas ekonomi warga. Biaya transportasi meningkat akibat kendaraan yang lebih cepat rusak, sementara distribusi barang menjadi terhambat.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera mengambil langkah tegas dan melakukan perbaikan menyeluruh pada ruas jalan tersebut. Mereka menuntut adanya pemerataan pembangunan infrastruktur agar tidak terjadi kesenjangan yang mencolok antarwilayah.
Perbaikan jalan lintas Muba–PALI dinilai mendesak, mengingat jalur ini merupakan akses vital bagi mobilitas warga dan roda perekonomian di kawasan tersebut. Tanpa intervensi serius dari pemerintah, ketimpangan infrastruktur dikhawatirkan akan terus berlarut dan merugikan masyarakat luas.”(Red)”.
Editor: Tamrin














