Buka link👇👇👇
PENASILET.COM, Tanjungsari Botim | Maraknya akun yang berdampak Negatif yang masuk di Hand phone seperti Game’ online – Judi Online yang saat ini semakin mewabah sehingga banyak menimbulkan dampak Negatif kepada pengguna Smartphone (Ponsel) yang canggih. Hal tersebut membuat pihak – pihak mengeluhkan dengan adanya akun / website yang diduga banyak menimbulkan masalah sosial bahkan kerap terjadi tindak pidana.
“Hal tersebut membuat para orang tua ,tokoh masyarakat gerah dengan adanya akun Game’ online/ Judi Online di Handphone. Tidak kecuali pimpinan pondok pesantren Daarul Muta’alimin Sodong Tanjungsari Bogor timur. Ustad, Syahdan Mujib. Saat awak media Penasilet menyambanginya di Ponpes tersebut mengemukakan.
Ya dijaman serba canggih (Era Digitalisasi) kita patut menyikapi dan memberikan bimbingan kepada masyarakat , mana yang harus di jadikan preferensi buat kita termasuk Anak – anak santri, Pelajar yang notabene usia rentan.”Ujarnya.
Soal antispasi akun Game’ online (Judi) yang sudah masuk di Handphone saya mencoba mengalihkan hal tersebut dengan cara anak – anak santri di Daarul Muta’alimin kami lebih kepada kerja nyata / Kreativitas untuk santri saya. Contoh kami buat kegiatan menjahit membuat Tas, Dompet , Terus juga makanan ringan , ada juga kelompok petani santri.” Selain para santri bisa mengaji sebagai tugas pokonya kami menerapkan pola santri madiri.
,”Selain itu juga, sambung Ustadz Syahdan Mujib (Mujib) biasa disapa, kegiatan kreativitas tersebut bisa mengalihkan para santri untuk lebih banyak bermain Handphone ini yang kami lakukan untuk mengantisipasi para santri terjerumus main Game’ online – Judi Online yang saat ini marak dan masuk ke semua lapisan , golongan masyarakat.”Imbuhnya.
Alhamdulillah sejauh ini para santriawan – santriwati Ponpes Daarul Muta’alimin lebih banyak ke kreativitas dan kuliner ,yang mana dari hasil itu bisa membantu para santri dalam hal keuangan,seperti uang jajan dan tabungan. Karena, lanjut Ustad Mujib – selain nantinya bisa mengaji santri juga punya keahlian lain yang bisa dikembangkan ketika mereka selesai mondok.
Untuk kreativitas nya ada pembuatan Tas , Dompet, Kerajinan tangan seperti Bangku , Meja sekolah, Asbak dari limbah kayu. Ada juga Patani santri, berkebun , Nyawah (Tanam Padi) itu untuk santri Laki-laki ,” Untuk santriwatinya membuat berbagai olahan seperti makana ringan / Camilan, yang Alhamdulillah untuk marketnya kami sudah ada yang menampungnya karena kegiatan kreativitas para santri kami dibawah naungan Koperasi Usaha Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Bogor.”Katanya.
Hanya memang kami masih kekurangan sarana prasarananya , seperti Mesin Jahit, Obrasan, Terus juga Mesin Bubut Kayu, Bor , Mesin Las, dan untuk IT’E seperti Laptop untuk Browsing pola / gambar. Mudah – mudahan kedepan ada rezekinya dari siapapun termasuk dari media, pemerintah yang mau bantu kami para santri Monggo kami terbuka dan semoga menjadi satu ladang amal baik untuk, nanti di kehidupan setelah di dunia ini.”Tutupnya.|Mco.














