Tanjungsari.Penasilet.com-Pembangunan rehabilitasi fungsi jaringan irigasi yang berlokasi di Kampung Pasir Kalong Desa Antajaya – Kecamatan Tanjungsari Bogor timur, mendapat ketitik pedas dari Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK), Lembaga Pemerhati Nasional Indonesia Membangun (LP-Nsadem), Angga Dita Erlangga.
Menurut Angga Dita Erlangga (Abah Angga), Saya heran dengan pihak CV-Bogatalla yang menjadi kontraktor pembangunan Irigasi yang lokasinya berada di Desa Antajaya seakan tidak tahu aturan. Sudah jelas dalam aturan ketika membangun itu harusnya jangan pula merusak ekosistem lokasi dimana pembangunan itu berada dengan meng ekploitasi sumber daya alam yang terdapat di area pembangunan.”Ujarnya.
Ini sudah luar biasa pelanggaran perusakan alamnya. Beberapa hari saya kelokasi kata dia (Abah Angga), memang benar adanya pengambilan Batu dari lokasi, itu kan fungsi Batu sudah jelas untuk menahan arus Air supaya tidak langsung deras ketika banjir dan berarti arusnya tidak terlalu kencang sehingga ketika menabrak dinding bangunan apapun itu tidak langsung.

“Bnelum lagi soal Keamanan untuk para pekerja (Safety) itu tidak menggunakan. Dan juga saya tanya kepada pelaksana projeknya Heru soal BPJS Ketenaga kerjaan pun tidak ada, ini bagaiman perusahaan legal atau ilegal sih kan begitu pertanyaannya.
Lebih heran lagi itu kan projek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor, Kenapa perusahaan yang seperti itu bisa lolos tender. Bagaimana mau berkualitas dalam pengerjaannya, kalau perusahaannya juga seperti itu. APD tidak ada, BPJS tidak ada bagaiman ketika pekerja mengalami kecelakaan.”Katanya.(9/11).
Projek tersebut didanai APBD Kabupaten Bogor dengan nominal Rp.413.911.00, melalui DPUPR – Bogor yang notabene anggaran tersebut uang rakyat Bogor khususnya. Maka kita sebagai warga masyarakat wajib mengoreksi ketika ada ketidak sesuaian baik Kualitas hasil kerja dan Kualitas bahan material yang di gunakan.”Tukas Ketua DPK ,LP-Nasdem.
Heru pelaksana lapangan pembangunan Irigasi Cibaregbeg II yang dikerjakan oleh CV. Bogatalla dan Konsultan pengawas PT.4 Cipta Konsultan.
Saat di konfirmasi melalui Chat Whatsaapnya mengakui memang kami menggunakan material di lokasi tapi kami beli dari RT setempat, soal ini itunya kami tidak tahu yang jelas kami beli barang itu soal dari mana kami tidak tahu. Soal koordinasi sudah disatu pintukan sama pak Agung.”Singkat Heru. (M-red)














