BEKASI,Penasilet.com -Menanggapi beredarnya tayangan video melalui grup WhatsApp dan media sosial terkait kondisi pasien yang mengalami komplikasi pada mata saat menjalani perawatan penyakit demam berdarah (DBD) di RSUD Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, dengan ini kami menyampaikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
1. RSUD Cabang Bungin Tegaskan Komitmen pada Prosedur Medis dan Etika Layanan
Sebagai Rumah Sakit Umum Daerah, kami selalu berkomitmen memberikan pelayanan medis semaksimal mungkin dan profesional kepada setiap pasien. Seluruh tindakan medis yang dilakukan di RSUD Cabang Bungin senantiasa mengacu pada standar prosedur operasional (SPO) yang berlaku dan dievaluasi secara berkala.
“Kami sangat menyayangkan adanya tudingan sepihak tentang dugaan malpraktik yang disampaikan tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi atau konfirmasi kepada pihak rumah sakit. Penyebaran video serta informasi yang tidak berimbang tersebut berpotensi menciptakan opini publik yang keliru dan mengabaikan asas praduga tak bersalah yang seharusnya dijunjung tinggi dalam menyikapi isu sensitif seperti ini,” jelas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Cabang Bungin Bekasi, dr. Hj. ERNI HERDIANI, M.H. Kamis (17/7/2025).
2. Komplikasi Mata Pasien Bukan Akibat Tindakan Medis, tetapi Bagian dari Perjalanan Penyakit DBD
Dalam semangat keterbukaan dan peningkatan mutu pelayanan, RSUD Cabang Bungin telah melakukan evaluasi internal serta pendalaman bersama tenaga medis ahli lintas disiplin dari berbagai organisasi profesi. Hasil analisis menyimpulkan bahwa penanganan terhadap pasien telah sesuai prosedur medis yang ditetapkan.
Adapun komplikasi yang terjadi pada mata pasien, berdasarkan penilaian medis, merupakan salah satu kemungkinan yang dapat timbul sebagai bagian dari perjalanan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Walaupun komplikasi semacam ini tergolong jarang, kasus serupa pernah tercatat terjadi dalam sejumlah literatur dan laporan medis di berbagai rumah sakit.
Penutup: Ajakan untuk Bijak dan Objektif
“Kami menghargai segala bentuk masukan dari masyarakat dan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Namun, kami juga mengimbau agar seluruh pihak lebih bijak dalam menyampaikan dan menyebarkan informasi, serta mengedepankan klarifikasi dari sumber resmi untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan semua pihak, khususnya pasien dan keluarganya,” ungkapnya.
“Kami terbuka terhadap proses klarifikasi dan audit medis sesuai prosedur yang berlaku demi menjaga kepercayaan publik dan integritas pelayanan rumah sakit,”pungkasnya.”(Red)”
Editor: Tamrin














