NUNUKAN,Penasilet.com – Penegakan hukum kembali diguncang. Tim gabungan Mabes Polri melakukan penangkapan mengejutkan terhadap Kasat Narkoba Polres Nunukan, Iptu Sony Dwi Hermawan (SDH), yang diduga kuat terlibat dalam jaringan penyelundupan sabu dari wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Operasi senyap yang digelar pada Rabu, 9 Juli 2025, oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Divisi Propam, dan Polda Kalimantan Utara ini menjaring total 7 anggota polisi, empat di antaranya diduga aktif terlibat dalam peredaran gelap narkotika lintas batas, menjadikan kasus ini salah satu skandal terbesar di jajaran Polres Nunukan.
Pulau Sebatik, lokasi yang selama ini dikenal sebagai jalur rawan penyelundupan, menjadi titik operasi penindakan. Penangkapan dilakukan setelah serangkaian penyelidikan intensif dan pengawasan terhadap pergerakan tersangka selama berbulan-bulan.
“Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan internal cukup lama dan melibatkan pengawasan ketat terhadap aktivitas para tersangka,” ungkap Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Narkoba Bareskrim Polri, kepada media.
Tak hanya penangkapan, tim penyidik juga menggeledah rumah dinas Iptu SDH di wilayah Nunukan Barat. Pemeriksaan menyasar barang bukti digital, catatan keuangan, dan komunikasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyelundupan sabu. Hasil penggeledahan hingga kini masih dalam proses pendalaman.
“Kami fokus pada motif, struktur jaringan, dan alur logistik narkoba yang mereka kelola,” tambah Brigjen Eko.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan sikap tegasnya dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menegaskan tak akan ada kompromi terhadap pelanggaran berat yang mencederai kehormatan institusi.
“Apabila terbukti, sanksinya jelas, pecat tidak hormat dan proses pidana. Tidak ada tempat bagi pengkhianat seragam,” tegas Kapolri.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Utara Irjen Hary Sudwijanto memastikan proses hukum akan berjalan transparan. Posisi Kasat Narkoba Polres Nunukan saat ini telah diisi oleh pelaksana tugas sementara hingga hasil pemeriksaan tuntas.
Sorotan tajam juga datang dari kalangan masyarakat sipil dan aktivis antinarkoba. Mereka menuntut agar pengungkapan tak berhenti di level pelaksana, melainkan membongkar seluruh struktur dan aktor di balik jaringan narkotika tersebut.
Insiden ini menjadi peringatan keras bahwa perang melawan narkoba bukan hanya di luar institusi, tapi juga harus menyapu bersih pengkhianat dari dalam. Polri diharapkan tidak hanya menindak tegas, tapi juga memperkuat sistem pengawasan internal secara menyeluruh.
“(Red)”
Editor: Tamrin
#OknumPolisi
#SabuNunukan
#PolriBersih
#BersihkanInstitusi #TidakAdaTempatBagiPengkhianat














