PALEMBANG,Penasilet.com – Puluhan massa dari Kesatuan Aksi Masyarakat Sumatera Selatan (KAMUS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Palembang, Kamis (7/8), mendesak pengusutan tuntas atas dugaan korupsi dalam proyek belanja modal Jalan, Jembatan, dan Irigasi (JJI) tahun anggaran 2024.
Dalam orasinya, massa menyoroti dua poin utama dugaan penyimpangan. Pertama, kekurangan volume pekerjaan pada 18 paket proyek yang menyebabkan kerugian keuangan negara tambahan mencapai Rp5.188.214.103,45. Kedua, ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan terhadap kontrak pada 43 paket proyek yang memicu kerugian sebesar Rp1.987.728.059,58.
Koordinator aksi, Aliyu Arju, mengungkapkan bahwa temuan tersebut bukan lagi bentuk kelalaian teknis semata, melainkan patut diduga sebagai praktik korupsi yang sistematis.
“Ketebalan dimensi beton dan aspal tak sesuai, ukuran saluran drainase menyimpang dari kontrak, dan ketebalan agregat jalan tidak sesuai spesifikasi teknis. Ini berdampak langsung pada kualitas infrastruktur dan jelas merugikan negara,” tegas Aliyu.
Lebih lanjut, KAMUS mendesak Kejari untuk memanggil dan memeriksa seluruh pihak terkait, termasuk rekanan pelaksana, konsultan pengawas, serta pejabat di Dinas PUPR Kota Palembang.
“Kami akan terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum,” pungkasnya.
Aksi berlangsung tertib dan menjadi sorotan tajam publik atas maraknya dugaan penyimpangan anggaran proyek infrastruktur yang menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
KAMUS menegaskan akan terus menjadi garda terdepan dalam pengawasan penggunaan anggaran publik di Sumatera Selatan.”(Tim/Red)”.
Editor: Tamrin














