Heri Amalindo dan Fitriana ( Pingky) Dua Bacalon Walikota Palembang Dan Gubernur Sumsel, Pamit Undur Diri Dari Pencalonan

Penasilet.com. Palembang – Dua Bakal Calon (Bacalon) Walikota Palembang, Fitriana SH dan Gubernur Sumsel, Dr. Ir. H. Heri Amalindo MM mengundurkan diri di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024. Pengunduran diri dua Bakal calon pemimpin ini tentunya mengagetkan banyak pihak, terutama bagi para pendukung. Banyak pihak yang menyayangkan mundurnya kedua Pasangan calon (Paslon) ini.

Saat dikonfirmasi terkait pengunduran diri sebagai Bakal Calon Walikota Palembang, Fitriana SH mengatakan, Bahwa benar mengundurkan sebagai calon Walikota Palembang.

“Pilkada ini tidak sehat karena percuma berhambur hamburkan uang di partai, masih tidam ada konsekuen prinsip, tiap partai tdk ada hati nurani lagi, sehingga yang potensial atau yang mampu di dunia masyarakat tidam di nilai partai lagi. Semua demi kekuasaan pribadi, kepentingan masing-masing, semua sirna,” Ungkap Bacalon Walikota,

Pada kesempatan ini Bacalon Walikota Palembang menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua tim atas kasih sayang, perhatian, serta semangat tim Bacalon Gubernur dan Bacalon Walikota yang sudah siap tempur dilapangan.

“Jangan bersedih semua serahkan pada ALLAH SWT, bagi yang menzholimi maka ALLAH akan balas lebih sakit lagi. Dibawah santai dan tersenyum, karena niat saya hanya ingin menerapkan kejujuran, kasih sayang pada masyarakat dalam berpolitik bukan kekejaman. Saya melihat semua ini lucu, untuk apa di lanjut mending saya mundur dan fokus bisnis yang sekarang di jalani selama ini agar lebih sukses tanpa harus menjadi pejabat pemerintahan. Kita tetap sama, akan selalu memperhatikan masyarakat, terutama tetangga, keluarga dekat, sahabat, dan memberikan bantuan yang patut dibantu,” Ungkap wanita yang akrab di sapa Pingky.

Ftriana SH (Pingky ) merupakan anak dari dunia politik, ayahndanya anggota kepolisian dan ketua DPRD Kabupaten Muara Enim dari parta Golkar. Ibundanya sosok TNI Purnawirawan legiun veteran, kedua orang tua adalah pejuang 45 yang di makamkan di taman makam Pahlawan plPalembang. Wajar jika Fitriana SH (Pingky) menjadi sosok wanita tangguh, wanita petarung, yang siap bertarung melawan semua, dan selalu mengutamakan hati nurani.

“Dalam dunia persilatan, tidak pernah boleh merugikan siapapun, semua ini merupakan pengalaman mahal, tetap semangat dan tidak mudah menyerah,” Pungkasny. (Ocha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!