MUSI BANYUASIN,Penasilet.com – Kondisi Masjid Raya Musi Banyuasin (Muba) di kawasan Jalan Lingkar Randik Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kembali menjadi sorotan. Bangunan yang semestinya menjadi salah satu simbol kebanggaan sekaligus pusat aktivitas ibadah masyarakat tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba.
Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Muba, Andi Mustika, S.E., C.B.J., C.I.J., yang akrab disapa Andi Murex, mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga dan merawat fasilitas publik yang telah dibangun dengan anggaran pemerintah.
Menurutnya, pembangunan sebuah fasilitas tidak boleh berhenti pada seremoni dan peresmian. Setelah berdiri, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan bangunan tersebut tetap terawat, bersih, aman, nyaman, dan layak digunakan masyarakat.
“Jangan hanya mampu membangun, tetapi tidak mampu merawat. Kalau bangunan sudah dibangun dengan anggaran uang rakyat, kewajiban berikutnya bagi pemerintah adalah memastikan bangunan itu tetap terurus dan terawat dengan baik serta memberikan manfaat secara maksimal bagi masyarakat,” tegas Andi Murex dalam pernyataannya kepada Wartawan, Jumat (2/10/2026).
Ia menilai kondisi Masjid Raya yang disebut kurang mendapatkan perhatian dalam pemeliharaannya patut menjadi bahan evaluasi Pemkab Muba. Terlebih, masjid tersebut merupakan rumah ibadah yang digunakan masyarakat luas dan menjadi bagian penting dari kehidupan sosial-keagamaan warga.
“Kami menyampaikan ini bukan untuk mencari-cari kesalahan atau menyudutkan pihak tertentu. Ini demi kepentingan umat. Masjid Raya adalah rumah Allah yang harus dijaga kebersihan, keindahan, kenyamanan dan kelayakannya,” ujarnya.
Andi Murex menegaskan, perhatian terhadap rumah ibadah tidak semestinya kalah oleh kepentingan pembangunan fisik lainnya. Menurut dia, keberhasilan pemerintah bukan hanya diukur dari seberapa banyak bangunan yang mampu didirikan, tetapi harus diiringi dengan kemampuan menjaga aset yang telah dibangun agar tidak terbengkalai.
“Percuma bangunan megah kalau tidak dirawat dengan baik. Jangan sampai pemerintah dengan mudah membangun, tetapi tahap pemeliharaan justru seolah kehilangan perhatian,” katanya.
PWRI Muba, lanjut Andi Murex, meminta Pemkab Muba segera melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi Masjid Raya, termasuk aspek kebersihan, fasilitas pendukung, lingkungan sekitar, serta sistem pengelolaan dan pemeliharaannya.
Ia berharap pemerintah daerah tidak sekadar memberikan respons administratif, tetapi mengambil langkah nyata di lapangan.
“Kami berharap Pemkab Muba segera menindaklanjuti persoalan ini, Masjid Raya harus menjadi tempat ibadah yang bersih, nyaman dan bermartabat. Jangan sampai masyarakat justru bertanya, kalau pemerintah mampu membangun, mengapa merawatnya saja tidak mampu?” pungkasnya.
PWRI Muba berharap evaluasi dan pembenahan dilakukan secara konkret sehingga Masjid Raya dapat kembali tampil sebagai rumah ibadah yang representatif sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Muba.(Red).
Editor: Tamrin














