MEDAN,Penasilet.com – Organisasi Masyarakat Anti Judi dan Narkoba (AJUDAN) mulai mematangkan langkah organisasi dengan menggelar rapat perdana Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Cafe Kanaya Cuphi, Jalan Asrama, Pondok Kelapa, Medan, Sumatera Utara, Kamis (15/10/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua Umum DPP AJUDAN, Jepri Manik, didampingi Sekretaris Jenderal Johan Merdeka, serta dihadiri seluruh jajaran pengurus inti DPP AJUDAN.
Pertemuan perdana ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus merumuskan arah gerak organisasi dalam menghadapi persoalan judi dan narkoba yang menjadi perhatian masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam rapat tersebut, mulai dari penyusunan struktur kepengurusan, pembagian bidang organisasi, perumusan program kerja prioritas, hingga pematangan konsep deklarasi resmi DPP AJUDAN yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Desember 2026.
Jepri Manik: AJUDAN Bukan Organisasi Seremonial
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP AJUDAN, Jepri Manik, menegaskan bahwa kehadiran AJUDAN bukan sekadar untuk membentuk organisasi atau menyelenggarakan kegiatan seremonial. Menurutnya, AJUDAN dibangun sebagai gerakan moral dan sosial yang berorientasi pada upaya pencegahan serta penanggulangan dampak buruk judi dan narkoba.
“AJUDAN lahir untuk menyatukan hati dan tekad kita bersama. Judi dan narkoba sudah sangat merusak, khususnya di Sumut. Kita tidak bisa diam. Kita harus ambil peran, kita harus lawan. Inilah pokok pengembangan AJUDAN,” tegas Jepri dengan penuh semangat.
Ia menekankan bahwa persoalan judi dan narkoba membutuhkan perhatian serius serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, AJUDAN berkomitmen membangun organisasi yang solid, memiliki program kerja terukur, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Jepri juga menyampaikan bahwa AJUDAN akan mengedepankan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Polda Sumatera Utara, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, serta organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat.
“Perang melawan judi dan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Kita butuh dukungan pemerintah dan Polri. AJUDAN siap menjadi mitra strategis Poldasu dalam memberikan edukasi, sosialisasi, dan informasi di lapangan,” ujarnya.
Matangkan Bidang Strategis dan Program Kerja
Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan antarpengurus. Suasana rapat berlangsung penuh keakraban dan diwarnai semangat kebersamaan dalam membangun fondasi organisasi.
Para pengurus inti juga mulai memaparkan gagasan serta konsep program kerja sesuai dengan bidang masing-masing. Pembahasan diarahkan untuk memastikan setiap bidang memiliki tugas, fungsi, dan sasaran yang jelas setelah deklarasi resmi dilaksanakan.
Sejumlah bidang strategis yang mulai dimatangkan meliputi Bidang Hukum dan Advokasi, Bidang Investigasi dan Intelijen, Bidang Humas dan Media, Bidang Pencegahan dan Rehabilitasi, serta Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Pembentukan bidang-bidang tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pelaksanaan program AJUDAN, mulai dari edukasi publik, pendampingan dan advokasi sesuai ketentuan hukum, penyampaian informasi kepada aparat berwenang, hingga dukungan terhadap upaya pemulihan korban penyalahgunaan narkoba.
AJUDAN juga menekankan pentingnya menjalankan setiap kegiatan secara terarah, bertanggung jawab, dan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.
Johan Merdeka: Tiga Fokus Gerakan AJUDAN
Sekretaris Jenderal DPP AJUDAN, Johan Merdeka, mengapresiasi antusiasme dan keterlibatan seluruh pengurus inti dalam rapat perdana tersebut.
Ia menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan komitmen yang telah ditunjukkan para pengurus dalam membangun kepengurusan yang solid serta mempersiapkan program organisasi ke depan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh kawan-kawan pengurus inti yang telah bekerja sama. Kolaborasi dengan AJUDAN malam ini adalah modal utama kita untuk melangkah lebih besar. Kita buat AJUDAN ini menjadi organisasi yang diperhitungkan dan bermanfaat nyata bagi masyarakat Sumut,” kata Johan.
Menurut Johan, AJUDAN akan memusatkan gerakannya pada tiga fokus utama, yakni pencegahan, dukungan terhadap penegakan hukum, dan pemulihan.
Pertama, pencegahan. AJUDAN akan mendorong kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya judi serta narkoba, terutama di lingkungan sekolah, permukiman, dan kampung-kampung. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai risiko yang ditimbulkan.
Kedua, dukungan terhadap penegakan hukum. AJUDAN berencana membantu aparat berwenang melalui penyampaian informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai dugaan aktivitas perjudian maupun peredaran narkoba. Pelaksanaannya akan tetap mengacu pada ketentuan hukum serta menghormati kewenangan aparat penegak hukum.
Ketiga, pemulihan. AJUDAN akan mendorong peningkatan kepedulian terhadap korban penyalahgunaan narkoba melalui edukasi, pendampingan, dan dukungan terhadap akses rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan.
Ketiga fokus tersebut diharapkan menjadi arah kerja organisasi agar kehadiran AJUDAN tidak berhenti pada deklarasi, tetapi berlanjut dalam kegiatan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Deklarasi Akbar Ditargetkan Pertengahan Desember 2026
Rapat perdana DPP AJUDAN ditutup dengan sesi foto bersama. Para pengurus berpose dengan kepalan tangan sebagai simbol semangat dan tekad bersama dalam menentang dampak buruk judi dan narkoba.
Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya tahapan persiapan menuju deklarasi resmi DPP AJUDAN yang direncanakan digelar pada pertengahan Desember 2026.
Deklarasi itu diharapkan dapat dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara, tokoh agama, tokoh pemuda, serta jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AJUDAN dari kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.
Melalui deklarasi tersebut, AJUDAN berharap dapat memperkenalkan identitas organisasi, memperkuat konsolidasi kepengurusan, sekaligus menyampaikan komitmen dan program kerja kepada masyarakat luas.
Dengan dimulainya konsolidasi organisasi ini, AJUDAN menargetkan terbentuknya gerakan sosial yang mengedepankan pencegahan, edukasi, kolaborasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Bagi AJUDAN, tantangan sesungguhnya bukan sekadar mendeklarasikan organisasi, melainkan membuktikan komitmen melalui kerja nyata, konsistensi gerakan, serta kontribusi berkelanjutan dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan judi dan narkoba di Sumatera Utara.(Red).
Editor: Tamrin














