Pembangunan Pagar Puskesmas Beringin Diduga Asal-Asalan, LSM Gerhana Indonesia Kritik Keras Dinas Kesehatan Muara Enim

MUARA ENIM,Penasilet.com – Proyek pembangunan pagar Puskesmas Desa Beringin, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, kembali menuai sorotan tajam. Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) LSM Gerhana Indonesia, melalui ketuanya Sahrodin, melayangkan kritik keras terhadap Pemerintah Daerah Muara Enim, khususnya Dinas Kesehatan dan pihak terkait lainnya, karena diduga melakukan pembiaran terhadap pekerjaan proyek yang dinilai tidak memenuhi standar teknis.

Proyek senilai Rp398.506.000 yang dikerjakan oleh CV Dua Cawan Madu dengan sumber anggaran APBD-P Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 dan waktu pelaksanaan 40 hari kalender ini diduga kuat tidak sesuai spesifikasi maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pengawasan Lemah, Indikasi Pembiaran dari Dinkes

Ketua DPD LSM Gerhana Indonesia, Sahrodin, kepada awak media menegaskan bahwa pembangunan pagar tersebut menunjukkan banyak kejanggalan di lapangan. Ia menyebut Dinas Kesehatan Muara Enim seolah tidak hadir dalam fungsi pengawasan.

“Pekerjaan di lapangan tampak tidak diawasi. Para pekerja mengabaikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), tidak memakai helm, sepatu safety, maupun APD lainnya. Ini jelas membahayakan pekerja dan menyalahi aturan,” tegas Sahrodin.

Material Diduga di Bawah Standar: Besi ‘Banci’, Fondasi Dangkal

Sahrodin juga mengungkap penggunaan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Saat pengecekan di lapangan, ditemukan besi berdiameter 8 mm dan 10 mm yang ketika diukur menggunakan jangka sorong ternyata tidak sesuai ukuran standar alias “besi banci”.

Selain itu, kedalaman lubang cakar ayam yang semestinya memenuhi standar konstruksi, ditemukan hanya sekitar 40 cm dengan lebar 30 cm, jauh di bawah spesifikasi teknis pembangunan fondasi pagar yang ideal.

Menurutnya, kondisi ini merupakan bukti bahwa kualitas pekerjaan proyek publik tersebut diabaikan.

“Temuan di lapangan menunjukkan proyek ini dikerjakan tanpa memperhatikan standar teknis. Ini proyek publik, bukan proyek coba-coba,” ungkapnya.

Desak Bupati Evaluasi Kinerja Dinas Kesehatan

Melihat banyaknya indikasi ketidaksesuaian tersebut, Sahrodin mendesak Bupati Muara Enim untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim. Menurutnya, manajemen perencanaan, pengawasan, hingga penataan pembangunan fasilitas publik di lingkungan Dinkes dinilai tidak profesional.

“Kami berharap Bupati mengevaluasi Kepala Dinas Kesehatan. Indikasi lemahnya pengawasan dan buruknya kualitas pembangunan menunjukkan ketidakmampuan dalam menangani infrastruktur vital masyarakat,” tegasnya.

Sahrodin juga meminta PPTK, konsultan, pengawas dan tim teknis untuk menghentikan sementara pengerjaan sebelum proyek selesai, guna menghindari potensi kerusakan struktur dan pemborosan anggaran negara.

“Hentikan sementara pengerjaannya. Benahi dulu perencanaannya agar kualitas pagar sesuai standar, bukan asal-asalan,” tambahnya.

Dinkes Muara Enim Bungkam

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, dr. Eni Zatila, M.K.M, belum memberikan klarifikasi resmi. Permintaan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp terkait dugaan ketidaksesuaian proyek pembangunan pagar Puskesmas Desa Beringin tidak mendapat respons.

Sikap bungkam Dinkes Muara Enim ini semakin memperkuat sorotan publik mengenai lemahnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran daerah.

“Redaksi akan terus melakukan pemantauan dan menunggu tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Muara Enim serta Dinas Kesehatan untuk memberikan kejelasan dan pertanggungjawaban terkait proyek tersebut.”

“(Tim/Red)”

Editor: Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!