Lombok Timur. Penasilet.Com,- Telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi dengan Mitra Asistensi Mengajar di Ruang Rapat Lantai 1 Universitas Hamzanwadi Pancor Lombok Timur
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FKIP UNHAZ ‘Muhammad Sururuddin, M.Pd., Ketua Panitia asistensi ,engajar ‘Hariadi M.Pd sekretaris Ahmad Yasar Ramdan, M.Pd. serta beberapa staf dari pihak kampus selanjutnya di adakan penandatangan PKS secara simbolis antara pihak universitas denag. Pihak Sekolah.
Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Dekan fakultas Ilmu Pendidikan Muhammad Sururuddin, MPd, Ketua Panitia Hariadi, M.Pd dan Koorprodi dan beberapa staf yang terlibat di dalamnya.
Dalam penyampaiannya ketua panitia Hariadi,M,PD mengatakan di Lombok Timur ada sekitar 65 sekolah mitra kita , yang di undang pada hari ini adalah sekolah /Madrasah yang belum menandatangani perjanjian Kerjasama. Tujuan kami mengundang bapak kepala pada hari ini adalah ingin isian dari PKS serta menjelaskan dan menandatangani PKS { perjanjian Kerjasama} tersebut.
Dalam kesempatan yang sama Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan ‘Muhammad Sururuddin, M.Pd menjelaskan kebijakan yang kami lakukan ini adalah menindaklanjuti kebijakan dari pusat dan merupakan kelanjutan dari Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Menteri Pendidikan.
Lanjut pak dekan, mennyampaikan “sebelum kami mengadakan perjanjian Kerjasama Ini dengan bapak kepala, kami dari pihak kampus sudah mengadakan MOu atau kerjasama dengan dinas terkait seperti Kemendikbud dan Kemenag. Itu merupakan secara garis besar sebagai payung dari kegiatan kita ini. Bentuk kerjasama antar kedua pihak meliputi: Magang/Praktik Kerja, Pertukaran Mahasiswa (Student Exchange), Asistensi Mengajar, serta program studi yang terlibat adalah Pendidikan ,ada PGMI. PGSD. BK. Dan Penjaskes, ada juga di desa yang disebut denga program Bina Desa.
” Harapan dari kegiatan asistensi ini adalah supaya menguntungkan kedua belah pihak baik itu untuk Universitas lebih-lebih untuk pihak sekolah/Madrasah. Selain itu juga pihak kampus mengharapkan bimbingan dan arahan kepada mahasiswa yang kami kirim karena mahasiswa reguler atau mahasiswa murni yang hanya mendapat teori mengajar beda dengan program PPG,” harapnya ( ZQ)














