SEKAYU,Penasilet.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi membuka seleksi Pelatihan dan Sertifikasi Operator Alat Berat (Ekskavator) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Muba, Kamis (17/9/2026).
Program ini menjadi bagian dari implementasi Program Keluarga Maju, sekaligus upaya pemerintah daerah meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal. Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi antara Disnakertrans Muba dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Minerba) Kementerian ESDM RI.
Bupati Muba H. M. Toha Tohet menegaskan, program tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri terhadap tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan spesifik dan sertifikasi kompetensi.
“Melalui Program Keluarga Maju, kami berkomitmen penuh untuk mencetak SDM Muba yang unggul, memiliki keterampilan spesifik, dan memegang sertifikasi resmi dari PPSDM Minerba Kementerian ESDM RI.”
Menurutnya, keberadaan tenaga kerja lokal yang kompeten diharapkan dapat memperbesar peluang masyarakat Muba untuk memperoleh pekerjaan di sektor pertambangan, industri dan konstruksi.
“Kami berharap para peserta yang lulus dari pelatihan ini nantinya dapat dipekerjakan dan diserap secara optimal di berbagai perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Muba, Sumatera Selatan, dan tentunya di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Utamakan Tenaga Kerja Lokal
Kepala Disnakertrans Muba Herryandi Sinulingga, AP., dalam paparan teknis menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Muba melalui Program Keluarga Maju.
Ia menegaskan pentingnya keberpihakan terhadap peningkatan kompetensi masyarakat lokal agar memiliki peluang lebih besar memasuki dunia kerja.
“Program ini merupakan implementasi nyata dari visi dan misi Bapak Bupati H. M. Toha Tohet dan Wakil Bupati Abdur Rohman Husen melalui Program Keluarga Maju.”
Herryandi juga menyebutkan, kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020, yang menjadi salah satu dasar komitmen pemerintah daerah dalam mengutamakan tenaga kerja lokal dengan persyaratan memiliki KTP Muba pada peluang ketenagakerjaan di daerah.
48 Peserta Terdaftar, Hanya 15 Lolos
Antusiasme masyarakat mengikuti program ini cukup tinggi. Dari total 48 peserta yang terdaftar, sebanyak 42 peserta hadir mengikuti seleksi pada hari pembukaan, sedangkan enam peserta tercatat berhalangan hadir.
Namun, proses seleksi tidak berhenti pada tahap pendaftaran. Dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi, hanya 15 orang yang akan dipilih untuk mengikuti pelatihan.
“Berlatihlah dengan sungguh-sungguh bagi yang lulus seleksi nanti,” pesan Herryandi kepada para peserta.
Adapun peserta terdaftar berasal dari sejumlah kecamatan, dengan rincian:
- Sekayu: 18 orang
- Sungai Lilin: 9 orang
- Lais: 8 orang
- Keluang: 7 orang
- Lais/Lawang Wetan: 3 orang
- Babat Toman/Babat Supat: 2 orang
- Bayung Lencir: 1 orang
Tak Hanya Keahlian Teknis
Perwakilan PPSDM Minerba Kementerian ESDM, Indra Syaputra Lubis, menekankan bahwa menjadi operator alat berat tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis.
Menurutnya, peserta juga harus memiliki karakter kerja yang baik, terutama karena pekerjaan di sektor pertambangan memiliki tingkat risiko yang tinggi.
“Dua kompetensi ini harus seimbang antara teknis dan non-teknis. Karena industri tambang memiliki risiko tinggi, diperlukan operasional dari tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi juga memiliki sikap tanggung jawab, disiplin, dan rasa saling menghargai.”
Ia mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal dan mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan serius.
Setelah proses seleksi, peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti pelatihan intensif, termasuk praktik lapangan di Trikarya selama tiga minggu, sebelum menjalani uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi resmi.
Kegiatan pembukaan dan seleksi tersebut turut dihadiri Kepala Disnakertrans Muba Herryandi Sinulingga, AP., jajaran panitia penyelenggara, di antaranya Indra Syaputra Lubis selaku Koordinator Penyelenggara Pengembangan SDM dan Sarpras Informasi, Abdul Majid selaku Sub Koordinator Sarpras dan Informasi, Nanang Sobandi dan Satya selaku Tim Penyelenggara, perwakilan PPSDM Minerba Kementerian ESDM serta para calon peserta.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pengumandangan semangat “SDM Unggul Muba, Muba Maju Lebih Cepat” oleh panitia dan peserta.
Program ini diharapkan tidak sekadar menghasilkan operator alat berat bersertifikat, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi tenaga kerja lokal Muba untuk bersaing di dunia kerja profesional, khususnya pada sektor industri, pertambangan dan konstruksi. (Red).
Editor: Tamrin














