BEKASI,Penasilet.com – Beredarnya video penghadangan terhadap tim jurnalis program investigasi Fakta tvOne di berbagai platform media sosial memicu gelombang perhatian publik. Insiden tersebut terjadi saat tim media melakukan upaya konfirmasi lapangan terkait dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah yang dikelola melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Peristiwa ini bukan sekadar persoalan akses jurnalistik yang terhambat. Bagi banyak kalangan, penghadangan tersebut justru memperkuat tanda tanya besar mengenai tingkat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah sangat besar.
Dalam penelusuran yang dilakukan berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi tvOne, tim investigasi mendatangi sebuah fasilitas yang diduga berfungsi sebagai dapur produksi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terhubung dengan jaringan yayasan pengelola program MBG. Lokasi tersebut disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan pihak-pihak yang namanya mencuat dalam penyelidikan dugaan korupsi yang tengah ditangani Kejaksaan Agung.
Namun alih-alih memperoleh klarifikasi, tim jurnalis justru menghadapi tembok penolakan.
Insiden bermula ketika kru Fakta tvOne mengikuti sebuah mobil boks putih berlogo Badan Gizi Nasional yang masuk ke area sebuah bangunan yang diduga menjadi pusat operasional penyedia makanan program gizi. Sesaat setelah kendaraan tersebut memasuki lokasi, gerbang besi langsung ditutup rapat oleh petugas keamanan setempat.
Upaya tim media untuk meminta izin melakukan konfirmasi secara profesional tidak membuahkan hasil. Akses ke lokasi diblokir dan awak media hanya dapat berkomunikasi melalui celah gerbang yang tertutup.
“Kita cuma mau konfirmasi aja. Kita enggak akan masuk ke dalam, kita cuma mau tahu apakah betul di sini Pak Indra Fauzi, Kepala SPPGB-nya, atau apa?” ujar salah seorang jurnalis Fakta tvOne saat mencoba meminta penjelasan, di kutip Rabu (17/6/2026).
Meski demikian, petugas keamanan mengaku tidak mengetahui informasi yang ditanyakan.
“Saya kurang tahu, Mbak. Saya cuma bawahan, disuruh tutup ya ditutup,” jawab petugas tersebut.
Pernyataan itu justru menimbulkan pertanyaan baru. Jika fasilitas tersebut tidak memiliki persoalan, mengapa proses konfirmasi dari media dilakukan dengan cara menutup akses dan menolak memberikan keterangan?
Di tengah sorotan publik terhadap dugaan penyimpangan anggaran, sikap defensif seperti ini dinilai berpotensi memperburuk persepsi masyarakat terhadap integritas program.
Setelah menunggu berjam-jam tanpa kejelasan, tim investigasi akhirnya didatangi seorang pria yang mengaku mewakili keamanan lokasi. Ia meminta kru media untuk tidak memaksa masuk dan menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada pengurus yayasan yang disebut berkedudukan di Bogor, Jawa Barat.
“Kenapa kayak gini dipaksain? Kita enggak tahu apa-apa. Ke Bogor aja, ada yayasannya di Bogor,” ujarnya.
Pria tersebut juga menyebut bahwa yayasan yang dimaksud berada di bawah tanggung jawab seorang perempuan yang dipanggil “Bu Ike”.
Namun hingga saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai hubungan yayasan tersebut dengan fasilitas yang didatangi tim media maupun keterkaitannya dengan dugaan kasus yang sedang diselidiki aparat penegak hukum.
Kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi perhatian luas setelah muncul indikasi keterlibatan sejumlah pihak yang diduga memiliki hubungan dengan pengelolaan yayasan pelaksana program. Nama Dadan CS turut disebut dalam berbagai informasi yang berkembang terkait dugaan afiliasi pengelolaan sejumlah fasilitas pendukung program tersebut.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, publik kini menaruh harapan besar pada keterbukaan informasi. Sebab program yang dibiayai uang rakyat semestinya dapat diawasi secara terbuka oleh masyarakat dan media. Ketika akses informasi justru ditutup dan upaya konfirmasi dihadang, ruang spekulasi akan semakin melebar.
Peristiwa yang dialami tim Fakta tvOne menjadi pengingat bahwa transparansi bukan sekadar slogan dalam tata kelola pemerintahan. Keterbukaan terhadap pengawasan publik merupakan fondasi utama untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara benar-benar digunakan bagi kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi tvOne masih terus melakukan penelusuran mendalam guna mengungkap berbagai kejanggalan yang muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Sementara itu, publik menunggu jawaban yang lebih terang dari para pihak terkait mengenai dugaan penyimpangan yang mulai mengemuka ke ruang publik.(Red).
Editor: Tamrin












