Publik Tagih Janji Bareskrim Polri: Jangan Sekadar Razia, Bongkar Aktor di Balik Distribusi BBM Ilegal

Foto: Ilustrasi
Editorial
Oleh: Pimpinan Redaksi Penasilet.com
Edisi: Jum’at 8 Mei 2026

JAKARTA,Penasilet.com – Di tengah gencarnya jargon pemberantasan mafia energi dan komitmen “Zero Illegal Migas” (Ilegal drilling dan Illegal refinery, dan Distribusi BBM Ilegal) publik kini menunggu langkah nyata dari aparat penegak hukum, khususnya Bareskrim Polri. Masyarakat tidak lagi puas hanya dengan operasi razia seremonial yang sebatas menyita kendaraan, menutup lokasi, atau menangkap pekerja lapangan. Yang ditunggu adalah keberanian membongkar jaringan besar dan mengusut siapa aktor utama di balik distribusi BBM ilegal yang selama ini beroperasi terang-terangan.

Fenomena distribusi BBM ilegal bukan persoalan baru. Aktivitas ini telah lama menjadi rahasia umum di sejumlah daerah, bahkan diduga melibatkan jaringan yang terorganisir dan memiliki perlindungan kuat.

Ironisnya, meski praktik tersebut berulang kali terungkap ke publik melalui pemberitaan media dan keluhan masyarakat, penanganannya kerap berhenti di level bawah.

Sopir, kernet, atau pekerja kecil dijadikan tersangka, sementara pihak yang diduga mengendalikan distribusi dan menikmati keuntungan besar justru nyaris tak tersentuh.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, apakah penegakan hukum benar-benar menyasar akar persoalan, atau hanya sekadar menunjukkan bahwa aparat “bekerja” di hadapan publik?

Publik memahami bahwa bisnis BBM ilegal bukan kejahatan kecil. Ada aliran distribusi, jaringan pemasaran, modal besar, hingga dugaan keterlibatan oknum tertentu yang membuat praktik tersebut bisa terus berjalan. Karena itu, jika aparat hanya fokus pada razia di lapangan tanpa menelusuri aktor intelektual dan pihak yang membekingi, maka upaya pemberantasan akan terlihat setengah hati.

Lebih memprihatinkan lagi, praktik distribusi BBM ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi pendapatan dan pajak, tetapi juga menciptakan ketidakadilan ekonomi. Pelaku usaha resmi yang taat aturan harus bersaing dengan distribusi ilegal yang bebas biaya dan pengawasan. Di sisi lain, masyarakat juga menghadapi risiko besar karena BBM ilegal sering kali tidak memenuhi standar keamanan dan keselamatan.

Kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum kini dipertaruhkan. Komitmen pemberantasan mafia BBM tidak boleh berhenti pada slogan dan konferensi pers. Masyarakat menuntut transparansi, keberanian, dan keseriusan dalam membongkar jaringan hingga ke akar-akarnya.

Jika memang ada pihak-pihak yang selama ini disebut-sebut dalam berbagai pemberitaan dan laporan masyarakat, maka aparat harus berani memeriksa dan mengusutnya secara terbuka. Jangan sampai muncul kesan bahwa hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

Momentum ini menjadi ujian besar bagi Bareskrim Polri. Publik ingin melihat tindakan nyata yang tidak sekadar menyasar pelaku kecil, tetapi juga menyentuh para aktor besar yang diduga selama ini menikmati keuntungan dari distribusi BBM ilegal. Sebab tanpa langkah tegas terhadap otak dan jaringan utamanya, razia hanya akan menjadi rutinitas tahunan yang tidak pernah benar-benar menyelesaikan masalah.

Penulis: Pimpinan Redaksi Penasilet.com

#Editorial
#Opini_Publik
#Sorot_Media
#Zero
#Ilegal_Migas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!