Lombok Timur – Penasilet.com- Masyarakat Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, melayangkan protes keras, Jum’at (12/6/2026). Mereka memprotes aktivitas pengerukan bukit di Orong Banjer yang diduga tak berizin dan menimbulkan kerusakan.
Salah seorang warga menyebut pengerukan sudah berjalan beberapa bulan tanpa sosialisasi ke masyarakat.
Ini keluhan masyarakat Sembalun Bumbung:
1. Izin tidak jelas: Warga mengaku tidak pernah diberi tahu soal izin pengerukan. Papan proyek pun tidak ada di lokasi.
2. Sungai tertutup: Aliran sungai di Orong Banjer mati total akibat tertimbun material galian dari bukit. Padahal sungai itu sumber irigasi utama sawah warga.
“Kami tidak tahu ini proyek siapa. Tiba-tiba bukit dikeruk curam, sungai mati, sawah kami ketimbun. Kami minta hentikan sekarang juga,” kata salah seorang warga di lokasi, Jum’at (12/6/2026).
Khawatir Longsor Terjang Permukiman.
Selain 2 keluhan itu, warga cemas tebing curam hasil kerukan longsor saat musim hujan. Sembalun berada di kaki Gunung Rinjani dan masuk zona rawan bencana.
Pantauan di lokasi, tebing tanah merah terkikis hampir tegak lurus. Terlihat bedeng pekerja dan beberapa motor di area galian. Pohon di atas bukit tampak menggantung dengan akar terbuka.
“Kalau hujan deras, pasti longsor. Di bawahnya ada kebun dan jalan warga,” ujar warga tersebut.
Tuntut Audit dan Pemulihan.
Atas kondisi itu, masyarakat Sembalun Bumbung menuntut 4 hal:
1. Hentikan total aktivitas pengerukan.
2. Dinas ESDM NTB dan DLH Lotim audit izin dan dampak lingkungan.
3. Normalisasi sungai dan ganti rugi sawah terdampak.
4. Proses hukum oknum proyek jika terbukti tak berizin.
“Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Kami akan terus protes sampai tuntutan dipenuhi,” tegas warga.
Editor :*ZQ*














