TAPANULI UTARA,Penasilet.com – Warga Dusun Horisan, Kelurahan Partalitoruan, Kecamatan Tarutung, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pegawai catatan sipil Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), berinisial PH (44), pada Rabu (23/10/2024) siang. Korban ditemukan tak bernyawa di salah satu ruangan kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Taput sekitar pukul 12.15 WIB.
Kapolres Taput, AKBP Ernis Sitinjak, S.I.K., S.H., melalui Kasi Humas Aiptu W. Baringbing, membenarkan kabar tersebut. “Kami sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan korban sudah dibawa ke RSUD Tarutung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Baringbing.
Polisi mendapatkan informasi mengenai penemuan mayat dari salah satu warga berinisial TH, yang merupakan tetangga korban. Berdasarkan keterangan TH, istri korban, TS (40), mengaku bahwa suaminya tidak pulang ke rumah sejak Selasa malam (22/10/2024) pukul 19.00 WIB. Khawatir dengan keselamatan suaminya, TS berulang kali mencoba menghubungi korban melalui telepon genggam, namun tak ada jawaban.
Merasa khawatir, TS kemudian melapor kepada pihak kepolisian untuk melacak lokasi ponsel korban. Hasil pelacakan menunjukkan bahwa lokasi terakhir korban berada di kantor Dinas Perhubungan, tepatnya di area Terminal Madya Tarutung.
TS, bersama TH, langsung menuju lokasi tersebut dan bertanya kepada seorang pegawai Dinas Perhubungan berinisial JH. Mereka diarahkan untuk memeriksa kamar pegawai bernama Rintoni Sianturi, karena sepeda motor korban terlihat parkir di depan kantor.
Setelah memeriksa ruangan, TS menemukan suaminya dalam keadaan sudah tidak bernyawa, duduk di lantai bersandar pada tembok. Kondisi ini segera dilaporkan kepada pihak berwajib.
Menurut Baringbing, hasil pemeriksaan sementara dari rekaman CCTV menunjukkan bahwa korban memasuki kamar tersebut sendirian, dan hingga kini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Meski demikian, ada luka kecil yang terdeteksi di pelipis mata korban, dan polisi masih menunggu hasil visum resmi untuk menentukan penyebab kematian.
Kasus ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan warga sekitar, meski pihak kepolisian belum merilis informasi resmi lebih lanjut mengenai motif atau kondisi kesehatan korban sebelum kejadian. Penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap fakta di balik kematian korban.
“PH dikenal sebagai pegawai yang telah lama bekerja di Kantor Catatan Sipil Pemkab Taput. Ia berdomisili di Dusun Horisan bersama istri dan keluarganya. Menurut tetangga dan rekan kerjanya, PH adalah sosok yang pendiam dan jarang memiliki konflik dengan orang lain. Hingga kini, pihak keluarga korban masih dalam keadaan syok dan belum memberikan pernyataan resmi terkait tragedi ini.
Polisi terus melakukan investigasi lebih mendalam terkait penemuan ini, termasuk menelusuri rekaman CCTV dari berbagai sudut kantor dan memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian pada saat yang bersamaan. Olah TKP secara intensif dilakukan guna mengumpulkan bukti-bukti yang dapat memberikan petunjuk mengenai penyebab pasti kematian korban.
Hasil visum yang diharapkan keluar dalam beberapa hari ke depan akan menjadi kunci untuk menyimpulkan apakah kematian ini disebabkan oleh faktor alami, kecelakaan, atau hal lain yang lebih serius.
“(TANDING S)”














