MUSI BANYUASIN,Penasilet.com – Kondisi ruas Jalan Lintas Sekayu–Lubuklinggau di Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, kian mengkhawatirkan. Abrasi yang terus menggerus tebing Sungai Musi menyebabkan sebagian badan jalan mengalami longsor dan amblas ke arah sungai, sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan sekaligus kelancaran arus transportasi di jalur vital tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, badan jalan yang terdampak kini hanya dapat dilalui secara terbatas. Petugas memasang pembatas darurat berupa tali pengaman untuk mengantisipasi kendaraan agar tidak melintas terlalu dekat dengan bibir longsoran. Meski arus lalu lintas masih dapat berjalan, kondisi tersebut dinilai sangat rawan, terutama bagi kendaraan bertonase besar yang setiap hari melintasi jalur Sekayu–Lubuklinggau.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya longsor susulan. Jika abrasi terus berlangsung tanpa penanganan yang efektif, bukan tidak mungkin badan jalan akan kembali amblas dan mengakibatkan putusnya akses transportasi yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sumatera Selatan.
Di tengah upaya penanganan yang sedang berlangsung, proyek pembangunan turap atau dinding penahan tanah di lokasi turut menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga menilai pekerjaan tersebut belum menunjukkan hasil yang mampu menghentikan laju abrasi yang terus mengikis tebing Sungai Musi.
Seorang warga sekitar yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial MD mengaku prihatin melihat kondisi jalan yang terus mengalami kerusakan meski proyek pembangunan masih berlangsung.
“Kami tentu berharap jalan ini segera aman. Namun yang kami lihat, abrasi masih terus terjadi. Masyarakat ingin penanganan yang benar-benar mampu melindungi jalan ini dalam jangka panjang, bukan sekadar pekerjaan yang nantinya tidak menyelesaikan persoalan,” ujar MD kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama mengingat ruas tersebut merupakan jalur strategis yang setiap hari dilalui kendaraan logistik, angkutan umum, hingga masyarakat umum.
Warga berharap pemerintah bersama instansi teknis segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab abrasi serta efektivitas metode penanganan yang diterapkan. Kajian teknis yang komprehensif dinilai penting agar penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan perlindungan jangka panjang terhadap badan jalan dari ancaman gerusan Sungai Musi.
Sementara itu, para pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintasi lokasi. Pengemudi, khususnya kendaraan berat dan armada logistik, diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta mematuhi seluruh rambu dan pengaturan lalu lintas yang diberlakukan di kawasan rawan longsor tersebut.
Dengan kondisi jalan yang terus tergerus dan potensi longsor susulan yang masih tinggi, penanganan cepat, tepat, dan berbasis kajian teknis menjadi kebutuhan mendesak agar jalur strategis Sekayu–Lubuklinggau tetap aman dilalui serta tidak menimbulkan korban jiwa maupun gangguan distribusi logistik di wilayah Sumatera Selatan.(Red).
Editor: Tamrin














