Kota Bekasi.Palembang,- Buntut dari pemberitaan beberapa waktu lalu akhirnya berbuntut panjang, Tidak terima usaha Ilegalnya diberitakan oknum yang diduga mengaku pasintel dari satuan Yon Armed saat di temui awak media untuk konfirmasi berita dengan nada keras serta mengancam akan menembak, Tunjukkan siapa orangnya yang mengaku anggota Armed didepan kalian akan saya pukuli.
Karena suasana terlihat tidak kondusif akhirnya awak media meninggalkan lokasi dari pada mati konyol pikirnya.
Untuk Panglima TNI diminta untuk menindak tegas para oknum TNI yang bersikap arogan, Kan lucu saja didepan markas TNI AD Yon Armed ada tempat pengepul solar subsidi dari truk sampah dinas Dki.
Masyarakat bodoh pun pasti berfikir kalau tidak ada peran serta dari para oknum anggota TNI AD dari satuan Yon Armed bisa dengan bebas melakukan itu.
Saat dikonfirmasi pun setelah tim mendapati kecurigaan adanya truk sampah keluar masuk gudang di KM 13,5 jalan raya Narogong sempat mendapatkan perlakuan intimidasi dua oknum berseragam training TNI AD.
Beberapa hari berikutnya tim datang kembali dengan didampingi salah satu rekan yang kebetulan putra daerah tidak jauh dari gudang yang beroperasi menimbun solar dari truk sampah, Tim disambut baik oleh seorang bernama Jeje.
Cerita banyak cerita akhirnya Jeje mengakui kejadian kemarin murni kesalah pahaman karena kedua oknum tidak terbiasa menghadapi Wartawan sejak kejadian itu sudah tidak menjaga disini lagi akhirnya saya yang disuruh untuk mengkondisikan di gudang ini sama bos.
Kegiatan mafia solar Ilegal yang sering keluar masuk gudang di KM 13,5 tidak lain hanya menerima kencingan dari para truk sampah dari dinas DKI.
Kan lucu kabar burung yang sudah ramai oknum pasintel katanya mencari Pemred Warta Sidik yang katanya dalam berita bawa Pengepul Solar dibekingi oknum anggota TNI AD dari satuan Yon Armed.
Saat dikonfirmasi via WA bernama Azat mengatakan abang lagi dicari cari sama Pasi Intel, katanya abang bawa bawa institusi armed. Padahal disini bukan hanya Armed saja, tapi dari beberapa golongan ada yang dari Korem dari Polri jadi abang hati hati aja.
Pantaslah mafia solar kebal hukum karena banyak yang Bekingin dibelakang usahanya.
Aksi percobaan kekerasan dalam bentuk pengancaman terhadap seorang pemred Warta Sidik melalui telp Wattshap dengan kalimat yang bernada ancaman.
Pemred Warta Sidik media cetak dan online yang berkantor di wilayah Tangerang, Mengaku bahwa dirinya telah diancam oleh salah satu mafia solar ilegal diwilayah kota Bekasi Jawa Barat.
Terkait dengan adanya pemberitaan yang diterbitkan beberapa Minggu lalu, dengan beberapa judul tentang aksi penyalahgunaan solar Subsidi.
Menyikapi kejadian ini Pemred Warta Sidik, Berharap Panglima TNI ambil tindakan tegas untuk menindak lanjuti dan menjaga marwah TNI bersih dari para oknum anggota TNI yang menjadi beking pengusaha mafia solar illegal serta aparat Kepolisian dapat menangkap pelaku bos dari Pengepul solar.
Pemred Warta Sidik juga berharap kepada rekan-rekan wartawan agar tetap kompak dan bersatu dalam menjadikan Media sebagai salah satu Pilar kebangkitan dan yang tidak akan pernah takut terhadap teror dan juga intimidasi.
“Saya katakan dengan tegas, bahwa tindakan intimidasi dan teror adalah merupakan tindakan melawan hukum dari orang-orang pengecut yang tidak paham hukum dan ini jelas telah melecehkan Propesi Wartawan,” tegasnya.
Lanjutnya, dirinya berharap pihak Kepolisian bertindak serius dalam menangani dan mengungkap dalang dari pelaku teror ini. karena intimidasi dan teror adalah musuh semua orang. Apalagi ini terjadi kepada media.
Ia menambahkan dijelaskannya juga bahwa terhadap siapapun yang telah melakukan teror ini. Dirinya tidak akan tinggal diam.
“Kami akan terus melawan dan tidak akan pernah berhenti menulis dan menyuarakan segala sesuatu yang kami anggap menyalahi aturan,” tutupnya. (Redaksi)














