Menu MBG di Ngajum Disorot Orang Tua Murid, Variasi dan Kelengkapan Gizi Dinilai Perlu Dievaluasi

MALANG,Penasilet.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, mulai menuai perhatian dari sejumlah orang tua murid. Program yang sejatinya dirancang untuk meningkatkan asupan gizi sekaligus mendukung konsentrasi belajar siswa itu dinilai masih menyisakan sejumlah catatan, terutama terkait variasi menu dan kelengkapan nilai gizinya.

Sorotan tersebut mencuat setelah beberapa wali murid di SDN Ngajum 5 dan SMPN 1 Ngajum menerima dokumentasi menu MBG yang dibagikan kepada siswa dalam beberapa hari terakhir. Menu yang diterima disebutkan berupa roti, telur, buah, serta kudapan sederhana seperti kue dan buah kecil dalam kemasan.

Distribusi makanan dilakukan dengan sistem pengemasan kotak dan plastik terpisah sesuai prosedur distribusi. Sementara dapur penyedia makanan diketahui berlokasi di Desa Wonosari, Kecamatan Ngajum.

Seorang wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan bahwa para orang tua tetap mengapresiasi hadirnya program MBG karena membantu pemenuhan kebutuhan makan anak di sekolah. Namun ia menilai komposisi menu yang disajikan masih perlu ditingkatkan agar benar-benar mencerminkan standar gizi yang ideal bagi anak usia sekolah.

“Kami tentu bersyukur ada program ini karena membantu anak-anak. Tetapi kami berharap variasi menu dan kelengkapan gizinya bisa lebih diperhatikan, supaya benar-benar mendukung kebutuhan gizi mereka,” ujarnya.

Menurutnya, program yang membawa nama “makan bergizi” seharusnya tidak hanya hadir sebagai rutinitas pembagian makanan, tetapi juga memastikan keseimbangan nutrisi yang memadai bagi tumbuh kembang siswa.

Selain itu, para orang tua berharap standar menu MBG dapat diterapkan secara seragam di seluruh sekolah di Kecamatan Ngajum, baik di tingkat SD maupun SMP, agar tidak menimbulkan kesenjangan kualitas konsumsi antar siswa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur di Desa Wonosari maupun instansi terkait mengenai standar komposisi gizi yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan menu MBG di wilayah tersebut.

Redaksi membuka ruang klarifikasi dan tanggapan dari pihak sekolah, pengelola dapur, serta dinas terkait guna memberikan penjelasan yang lebih komprehensif kepada publik.

Sebagai program yang digagas untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar, MBG diharapkan tidak berhenti pada aspek distribusi semata. Evaluasi berkala terhadap kualitas, variasi menu, dan pengawasan pelaksanaan di lapangan dinilai penting agar tujuan utama program yakni memperkuat kesehatan dan daya konsentrasi belajar siswa benar-benar tercapai secara optimal.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!