Foto: Ilustrasi
Oleh: Tim Redaksi
JAKARTA,Penasilet.com – Minggu, (21/9/2025) – Korupsi di Indonesia bukan lagi penyakit yang tersembunyi. Ia telah menjelma menjadi sistem yang masif, terstruktur, dan merata di hampir semua sektor kehidupan. Dari dunia pertambangan yang dikuasai mafia dan oligarki, pertanian yang mestinya menyejahterakan petani malah jadi lahan bancakan, hingga pengadaan barang dan jasa yang sarat mark-up, semuanya tercemar korupsi.
Lebih menyedihkan, dunia pendidikan yang seharusnya mencetak generasi jujur, justru dilumuri praktik manipulatif. Bahkan ibadah haji, yang menyangkut kesucian spiritual umat Islam, kini tak luput dari bancakan pejabat korup.
Pelakunya pun bukan hanya pejabat rendahan. Korupsi sudah merasuk hingga ke menteri, direksi BUMN, dan elite kekuasaan. Yang lebih ironis, mereka yang tertangkap pun seolah tak jera – karena hukum masih tebang pilih, dan sistem masih memberi celah impunitas.
Ini bukan sekadar soal moral pribadi, ini ancaman terhadap eksistensi negara hukum dan kepercayaan rakyat. Jika bangsa ini terus membiarkan korupsi menjadi bagian dari sistem pemerintahan, maka tak lama lagi kita akan hidup dalam negara yang dikuasai para pencuri berseragam jabatan.
Saatnya rakyat bersuara lebih lantang. Korupsi bukan lagi soal kelalaian, tapi pengkhianatan terhadap negara dan generasi mendatang.
Tanpa tindakan konkret dan penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu, cita-cita Indonesia sebagai negara yang adil dan makmur hanya akan menjadi utopia diatas kertas.
Penulis: Tim Redaksi
Editor. : Tamrin
#Editorial
#Opini
#Publik














