JAKARTA,Penasilet.com – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, mendesak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap praktik permainan data bantuan sosial (bansos) fiktif yang dinilai merugikan negara dan rakyat.
“Tak ada pembangunan yang lahirkan kesejahteraan jika basisnya data fiktif negara. Saat itu dinyatakan data fiktif dihapus. Pertanyaannya, kemana dana bansos yang dialokasikan berbasis data fiktif tersebut?” tegas Rieke, diunggah akun Instagram @pdiperjuangan, Sabtu (9/8/2025).
Menurutnya, penghapusan data bansos fiktif tanpa penelusuran aliran dana berpotensi menutupi penyimpangan besar yang merugikan keuangan negara. Ia menilai PPATK memiliki peran krusial untuk melacak dan membongkar pihak-pihak yang terlibat.
Rieke menegaskan, setiap rupiah dana bansos bersumber dari uang rakyat dan harus digunakan secara tepat sasaran, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.”(Red)”.
Editor: Tamrin













