PALEMBANG,Penasilet.com – Puluhan massa dari Kesatuan Aksi Masyarakat Sumatera Selatan (KAMUS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Palembang. Aksi ini digelar untuk mendesak Kejari segera mengusut tuntas dugaan korupsi pemberian insentif pendukung pelayanan kesehatan di RSUD Palembang BARI, yang dinilai telah membebani keuangan daerah hingga mencapai Rp3.164.161.735,00.
“Hari ini kami datang ke Kejaksaan Negeri Kota Palembang untuk melaporkan langsung dugaan korupsi yang kami nilai sangat merugikan keuangan negara dan masyarakat. Dugaan ini melibatkan jajaran direksi RSUD BARI,” tegas Aliyu Arju salah satu perwakilan KAMUS dalam orasinya di depan Kantor Kejari Kota Palembang, Kamis (7/8/2025).
Aliyu Arju menilai dana insentif yang semestinya digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, justru diduga disalahgunakan dengan tidak mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Indikasi kuat penyimpangan anggaran ini menjadi perhatian serius publik karena menyangkut hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.
Massa aksi mendesak Kejaksaan agar bertindak cepat dan tegas. Mereka menuntut proses hukum dijalankan secara transparan, menyeluruh, dan tanpa pandang bulu terhadap pihak-pihak yang terlibat.
“Ini bukan sekadar penyimpangan administratif, ini soal tanggung jawab moral dan hukum terhadap dana publik,” tegasnya.
Aksi ini menjadi wujud komitmen KAMUS Sumsel dalam mengawal integritas sektor pelayanan publik dan penggunaan anggaran daerah, terutama di bidang kesehatan yang menyangkut langsung kepentingan masyarakat luas.
“Kami dari KAMUS menegaskan, akan terus memantau dan mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas, demi tegaknya keadilan dan transparansi dalam pelayanan publik,”pungkasnya. “(Tim/Red)”.
Editor: Tamrin














