Terkatung Katung Upah Pekerja Harian Projek Jalan Di Cikutamahi Oleh PT-NJP

Cariu. Penasilet.com,– Para pekerja harian pembangunan peningkatan jalan Kabupaten Bogor yang berlokasi di Cariu tepatnya di Kampung Tonjong Desa Cikutamahi terkatung-katung. Pasalnya sudah 2 Minggu Upahnya tak kunjung dibayar pihak jasa kontruksi jalan PT-NUMELINDO JAYA PERKASA dan sebagai konsultan pengawas, PT-ANGELIA OERIP MANDIRI.

Dengan berbagai alasan pihak kontraktor melalui penanggung jawab lapangannya (Asep) dari hari ke hari janji yang di sampaikan namun hingga saat ini menurut keterangan salah seorang pekerja (AB) tidak ada realisasi.

Kami ini kuli dengan upah kecil tetap di lakoni demi menafkahi keluarga sekedar makan dan ongkos anak sekolah, Kami ini butuh sangat butuh sekali tapi mana tanggung jawab pihak kontraktor PT-NJP -PT-ANGELIA OERIP MANDIRI sampai 3’Minggu lebih upah kami belum di bayar juga.”Keluh AB (2/11).

Lanjutnya-Kami minta bantuan pihak terkait termasuk media agar bagaimana pun upah kami harus di bayar jangan tarsok tarsok saja tuh pihak kontraktor, PUPR juga harusnya bisa negur pihak kontraktor itukan ada kaitannya sama mereka (DPUPR) karena yang punya program pembangunan itu kan Dinas itu.”Katanya.

Menyikapi keluhan para pekerja harian projek jalan senilai, RP. 1.400,006.200,00.yang berlokasi di Desa Cikutamahi Ke camatan Cariu – Bogor timur mendapat kecaman Aktivis LSM-GERHANA INDONESIA, Januardi Manurung.

Saya rasa itu perlu di audit oleh Dinas PUPR Bogor, pihak kontraktor dan konsultan pengawasnya itu kan PT,ya, yang tentunya punya legalitas resmi makanya ketika dilakukan tender perusahaan tersebut yang menang, ketika menang berarti kan sudah siap dengan segala sesuatunya (Keuangannya).”Tutur JM biasa di sapa.

Dan juga saya jadi berasumsi jangan jangan ada permainan pihak , Dinas terkait yang meloloskan PT – NJP sebagai pemenang tendernya.

Jangan dibiarkan perusahaan yang seperti itu hati hati ini akan menimbulkan ketidak percayaan publik , masyarakat kepada pemerintah khususnya Dinas terkait yang memang punya kewenangan dalam hal pembangunan Infrastruktur. Bukan rahasia lagi kalau Dinas tertentu kerap bermasalah bukti tahun 2022 ada oknum yang terlibat dalam kasus seputar Infrastruktur.

Kami kira ini pekerjaan rumah Pemda Bogor mulai audit pihak kontraktor yang mengerjakan projek Pemda Bogor. Banyak informasi Sumir pembangunannya minim kualitas seperti jalan cor baru 1 Minggu sudah retak dan ngebul ini wajib di pertanyakan dan di audit pihak Inspektorat agar pihak kontraktor asal jadi dalam mengerjakannya.”Tukas JM, melalui Chat Whatsaapnya.(Mr-red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!