Mataram, NTB – Pemasilet.com – Angka yang mengguncang! Setelah satu tahun memimpin Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pasangan Iqbal-Dinda justru menyaksikan ekonomi daerah terjebak di peringkat ke-36 dari total 38 provinsi di Indonesia. Hal ini disoroti langsung oleh Sekretaris Wilayah (Sekwil) Pemuda Pancasila Provinsi NTB, H. Iwan Setiawan yang akrab disapa Bang Iwan Dante atau Baba Dante.
“Kita tidak melihat kemajuan nyata dalam pertumbuhan ekonomi NTB. Bahkan sebaliknya, beberapa sektor utama justru menunjukkan tanda-tanda kemunduran,” ujar Bang Iwan dengan nada tegas.
Leading sektor pertanian menjadi salah satu contoh Saat rakyat petani tengah gembira panen hasil bumi, kenyataan pahit menghadang. Harga komoditas seperti tembakau dan padi merosot drastis tanpa ada upaya nyata pemerintah untuk menjaga stabilitasnya. “Ini bukti bahwa pemerintah belum benar-benar serius dan tidak memiliki keberpihakan pada rakyat dalam meningkatkan perekonomian,” tegasnya.
Begitu juga Pada leading sektor Wirausaha dan wisata, Kondisi tidak lebih baik di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pariwisata. Banyak pelaku usaha yang mengeluhkan antrean pelanggan yang sepi, sementara jumlah tamu menginap di hotel-hotel di berbagai daerah NTB juga terus melorot. “Perputaran ekonomi di tengah masyarakat tidak berjalan dengan gesit seperti seharusnya,” jelas Bang Iwan.
Masalah lain yang menjadi sorotan juga adalah dominasi perusahaan kontraktor dari luar NTB dalam mengerjakan proyek-proyek daerah. “Pertanyaannya, apa yang bisa diperoleh NTB jika sebagian besar proyek dikerjakan oleh luar? Nilai tambah ekonomi justru mengalir keluar provinsi,” tandasnya.
Sebagai contoh konkret, proyek jalan Lunyuk-Lenangguar Kabupaten Sumbawa yang seharusnya rampung pada 31 Desember 2025, harus diadendum selama 50 hari hingga 19 Februari 2026. Namun hingga kini, progres pekerjaan masih belum menunjukkan tanda-tanda akan selesai tuntas.
Editor :ZQ














