Sukamakmur,Penasilet.com,- Pembangunan jalan desa yang mengunakan anggaran Dana Desa tahun 2023 tahap dua sebesar Rp.103.519.000 dengan volume panjang 245 meter, lebar 3 meter dan tinggi 0,10 meter itu diduga dikerjakan tidak sesuai spek, sehingga hanya hitungan minggu sudah mengalami retak, pecah dan ngebul.
Menanggapi hal tersebut, Aktivis Gerhana Indonesia-Januardi Manurung mengaku turut prihatin atas kondisi tersebut. Program pemerintah Kabupaten Bogor dengan label proyek swadaya mengunakan anggaran dana desa dan menelan anggaran cukup besar tersebut, seharusnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Program ini anggarannya sangat besar, bersumber dari uang rakyat. Seharusnya pihak desa memperhatikan kualitas dan kuantitasnya,” jelas Ketua LSM-Gerhana Sabtu (7/10/2023).
Sebab, kata JM, jika hitungan hari atau minggu saja sudah mengelupas dan retak, patah ngebul, berarti dari kualitasnya juga buruk. program tersebut di adakan itu tujuannya untuk dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”Ujar Januardi.
Ia meminta agar inspektorat turun memeriksa pihak desa dan kecamatan tersebut. Jika memang ditemukan penyimpangan, maka harus ada pertanggung jawaban.
“Inspektorat harus turun, cek lokasinya. Sebab dari foto-foto data yang ada saja sudah terlihat memprihatinkan, dan harus diusut jika melanggar ketentuan ya proses hukum harus ditegakan.”Tandasnya.
Mirisnya lagi, kata “JM” bahwa pembangunan jalan desa yang sepatutnya tidak ada masalah jika dikerjakan sesuai dan benar, tapi Pemerintah Kecamatan Sukamakmur malah berdalih menyalahkan alam.
“Seharusnya diperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) nya, bukan alam yang selalu dikambinghitamkan,” katanya.
Sekedar diketahui, Kasi Pemerintahan Kecamatan Sukamakmur, Ahmud saat dikonfirmasi wartawan terkait hasil monev pihak kecamatan hanya menjawab bukan kewenangannya.
“Ya pak itu kewenangan pimpinan, bukan kapasitas saya terima kasih,” ujarnya, Senin (2/10/2023).(Lang-mrc)














