Asahan | penasilet.com – Perjuangan seorang wanita yang berjuang untuk kedua buah hatinya, Maimunah seorang wanita yang tinggal disebuah dusun sebelas, desa Seilama, kecamatan Simpang empat, kabupaten asahan, berjuang sendiri untuk menafkahi kedua orang anaknya selama – + 8 tahun terakhir rabu 24 april 2024.
Tidaklah mudah bagi seorang wanita untuk hidup sendiri tanpa seorang pria untuk menafkahi keluarga dan untuk memperjuangkan kedua buah hatinya, dengan penghasilan yang tidak tentu dengan mengais rejeki dari pagi hingga malam hari, tanpa memikirkan dirinya, hanya satu harapan supaya kedua anaknya bisa bahagia Dan mendapatkan fasilitas seperti anak lainnya, tuturnya.
Namun ia mampu melalui proses kehidupan yang ia jalani sampai saat ini, Ia berkeinginan kedua anaknya menjadi anak anak yang sukses dalam agama dan bangsa bisa menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan guru serta bisa memberikan yang terbaik untuk agama dan bangsa, tuturnya.
Dari hasil konfirmasi awak media seorang Maimunah tidak pernah mendapatkan fasilitas program program dari pemerintah sama sekali, apakah program program dari pemerintah yang diperuntukkan bagi rakyat yang benar membutuhkan sengaja tidak dijalankan sesuai undang-undang Kemensos atau sengaja ajang kepentingan tertentu untuk pemangku penguasa???
Mungkin masih banyak lagi rakyat Indonesia yang memang tidak pernah mendapatkan fasilitas program program pemerintah yang tidak tepat sasaran, semoga kedepannya setiap pemegang kebijakan pemerintah bisa peka dengan hal seperti yang terjadi bagi rakyat yang memang membutuhkan!!!
Ini baru seorang Maimunah seorang wanita tangguh yang mampu mempertahankan hidup demi masa depan keluarga dan anak anaknya, dalam suasana hari R.A. Kartini tanggal 21 April 2024, Maimunah mengajak bagi seluruh wanita Indonesia untuk bangkit dan berjuang untuk impian dan cita-cita untuk orang orang yang kita cintai, tungkasnya.
Mari kita bangkitkan perjuangan R.A. Kartini jangan sia siakan perjuangan beliau untuk kaum wanita, mari tunjukkan kepada bangsa bahwa seorang wanita mampu tanpa seorang pria untuk berjuang sama halnya kaum pria, tutupnya.
Liputan kamidi














