PALANGKARAYA,Penasilet.com – Diduga SPBU 6473104 di jalan S.Parman kota Palangkaraya melakukan perbuatan curang terhadap pelanggan ,dimana di ketahui pelanggan berniat membeli BBM Pertalite secara full ,namun ternyata saat dicadakan pengisian hanya di isi senilai Rp.50 ribu.
Saat di tanyakan kepada kepala pengawas SPBU Hendri, kenapa pelanggan isi full tang hanya diisi Rp.50 ribu saja. Ia tidak memberikan penjelasan secara rinci hanya meminta kepada pelanggan putar balik dan melakukan pengisian BBM lagi.
Kepala SPBU pun memberikan instruksi agar segera di isi tambahan BBM Pertalite sesuai dengan yang diinginkan pelanggan.
Namun sangat di sayangkan ulah oknum operator SPBU tersebut mempersulit pelanggan dalam pengisian BBM dan tindakannya menghambat perjalanan pelanggan dan patut diduga juga oknum itu melakukan kecurangan dalam pengisian ke tangki mobil pelanggan.
Menurut salah seorang pelanggan yang tidak bersedia disebutkan namanya,menyampaikan niatnya mengisi BBM pertalite secara full karena berhubung tangki mobilnya kosong,namun hanya diisi Rp.50 ribu.
“Niatnya tadi mengisi full tang BBM pertalite karena tengki kami lagi dalam kosong namun hanya diisi senilai Rp.50 ribu,”ungkapnya saat dimintai keterangan oleh awak media terkait peristiwa yang dialaminya pada hari Jum’at (17/5/2024).
“Kita sangat sayangkan oknum operatornya itu tidak memberikan pelayanan yang baik bahkan mungkin tidak sesuai dengan SOP dalam melayani pelanggan, kejadian ini sangat kita sesalkan,” ujarnya dengan rasa menahan kekecewaannya.
“Selain itu ada kemungkinan dugaan kecurangan dilakukan oleh oknum operator di SPBU Jl.S.Parman Palangkaraya, karena saat melakukan pengisian BBM Pertalite senilai Rp.100 ribu Amper tengki minyak mobil kami hanya 4 kotak biasanya seperti itu hanya Rp 80 ribu,” jelasnya.
Ia juga berharap kepada semua pihak berwenang agar melakukan pemeriksaan dengan komprehensif terkait permasalahan yang dihadapinya di SPBU Jl.S.Parman Palangkaraya tersebut.
“Saya berharap kepada pihak manajemen Pertamina melakukan sidak ke SPBU itu,”ucapnya melanjutkan.
“Begitu juga kepada Kapolresta kota Palangkaraya beserta Kapolda Kalteng segera menindak tegas SPBU yang diduga melakukan kecurangan tersebut,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar lokasi bahwa SPBU tersebut memang di duga ajang bisnis buat oknum ” bahkan tidak sungkan sungkan mobil pelangsiran aktif bulak balik masuk SPBU melakukan pengisian BBM bersubsidi
tanpa pernah ada teguran atau sangsi tegas dari pihak berwenang.
Saat dimintai klarifikasi dan konfirmasi via pesan singkat WhatsApp kepada pihak manajemen SPBU hingga berita ini diterbitkan tidak mendapatkan jawaban bahkan melakukan pemblokiran nomor hp awak media.”(Penulis : Tim /Red)”.














