Bogor. Penasilet.com, – Dugaan kasus Mark up anggaran Dana Desa dan Samisade Kades Tangkil dan Nutug terus bergulir hingga saat ini. Pasalnya dari dua Kepala Desa tersebut sudah dipanggil oleh pihak Kejari Kabupaten Bogor bahkan pihak Inspektorat akan meng audit Pemdes Tangkil dan Nutug.
Januardi Manurung Ketua DPK LSM – Gerhana mengatakan , tanggapan soal kasus dugaan Mark up anggaran DD dan Samisade Kabupaten Bogor. Jika kedua Kades ini sampai ke meja hijau (Pengadilan) berarti sudah ada Tiga Kepala Desa di Bogor yang akan jadi tahanan dan sangat miris.

Ini akan menjadi preseden buruk bagi Pemkab Bogor karena apa, Kades itu kan kepanjangan pemerintahan baik pusat dan daerah untuk mengelola ,merealisasikan anggaran tersebut untuk pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Ini berbalik 180°° derajat yang seharusnya anggaran itu bisa maksimal dirasakan oleh rakyat khususnya di Desa – Desa tadi itu ahirnya malah jadi batu sandungan buat Kades itu sendiri kedepannya.”Ujar JM sapaan akrabnya by chat whatsaapnya. (22/11/ 2023).
Lebih lanjut, JM sangat ironi menurut saya ketika anggaran begitu besar , yang saya soroti khusus untuk anggaran SAMISADE itu anggaran 1’M ya bantuan keuangan dari Pemkab Bogor ke tiap Desa yang ada di wilayah Bogor dan hanya ada di Bogor bantuan Keuangan untuk Pemdesnya ini sebetulnya luar biasa Bogor ini menurut saya.
Namun sangat Disayangkan mungkin ini ada kelemahan dalam pengawasan khusus nya pihak Inspektorat karena Inspektorat lah yang berkompeten dalam segi pengawasan di lapangan. Juga seharusnya kedepan saya berharap pihak Badan Pengawas Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi di fungsikan dan di beri kewenangan untuk melakukan Inspeksi kesetiap Desa untuk, mengawasi penggunaan anggaran yang turun ke Desa.” Pungkas JM. (Mrc)














