Kapolres Taput Klarifikasi Isu Politisasi Penanganan Pengaduan Masyarakat Terkait Pilkada

Tapanuli Utara,Penasilet.com -Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, dengan tegas membantah adanya upaya dari kelompok tertentu yang berusaha mengaitkan tindakan kepolisian dalam menangani pengaduan masyarakat dengan agenda politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Tapanuli Utara.

Ia menegaskan bahwa tindakan kepolisian sepenuhnya berdasarkan prosedur dan sama sekali tidak berkaitan dengan dinamika politik atau kepentingan kelompok tertentu.

“Intinya, apa yang sedang dikerjakan polisi dalam menanggapi aduan masyarakat, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pilkada,” kata AKBP Ernis Sitinjak pada Sabtu (19/10/2024).

Pernyataan ini menanggapi pemberitaan yang menyebut bahwa sejumlah kepala desa dipanggil ke Mapolres Taput terkait penyelidikan yang diduga bermuatan politis menjelang Pilkada yang akan diselenggarakan pada 27 November mendatang.

Kapolres menjelaskan bahwa pemanggilan para kepala desa tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut pengaduan masyarakat yang diterima oleh pihak kepolisian, bukan instruksi politik atau bentuk intervensi dalam proses Pilkada.

“Kita hanya menindaklanjuti pengaduan yang masuk. Tidak ada hubungan dengan isu politik. Semua murni terkait laporan yang masuk dari masyarakat yang perlu kami verifikasi dan dalami,” tegasnya.

Beberapa kepala desa dan pejabat yang dipanggil untuk memberikan keterangan, antara lain Kepala Desa Parsibarungan, Kepala Desa Sigotom Nauli, Kepala Desa Hutaraja, serta Camat Pangaribuan dari Kecamatan Pangaribuan. Selain itu, disebutkan pula nama-nama pejabat desa lain dari Kecamatan Simangumban, seperti Kepala Desa Simangumban Julu, Aek Nabara, Simangumban Jae, Silosung, Lobu Sihim, dan beberapa kepala desa lain.

Media lokal sebelumnya melaporkan adanya rumor yang beredar bahwa pemanggilan ini terkait dengan semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada Taput. Namun, Kapolres Taput menekankan bahwa informasi tersebut tidak benar dan meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh isu yang tidak didasarkan pada fakta yang valid. Ia mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus sesuai dengan hukum yang berlaku.

AKBP Ernis Sitinjak juga meminta media untuk lebih bijaksana dalam menyajikan informasi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami harap semua pihak bisa bersikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Kepolisian bekerja berdasarkan aturan dan prosedur yang jelas, dan kami tidak akan membiarkan hal-hal yang tidak benar menjadi konsumsi publik tanpa klarifikasi yang tepat,” tutup Kapolres.

Isu Pilkada di daerah tersebut memang menjadi perhatian luas, terutama karena sejumlah kandidat yang bertarung memiliki pengaruh politik yang cukup kuat di Tapanuli Utara. Namun, pihak kepolisian berkomitmen untuk menjaga netralitas dan tidak akan membiarkan tugas-tugas penegakan hukum dicampuradukkan dengan agenda politik.

Dengan demikian, Kapolres berharap masyarakat bisa lebih fokus pada proses Pilkada yang damai, adil, dan bebas dari berbagai bentuk provokasi atau manipulasi informasi. Kepolisian Tapanuli Utara berjanji akan tetap profesional dalam menjalankan tugasnya dan siap menjaga keamanan serta ketertiban selama proses Pilkada berlangsung.

“(TANDING. S)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!