MUSI BANYUASIN,Penasilet.com – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai rapat Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Plakat Tinggi, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum konsolidasi rutin, melainkan momentum strategis untuk memperkuat soliditas kader hingga ke tingkat akar rumput.
Rapat yang dihadiri Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) ranting se-Kecamatan Plakat Tinggi mencatat kehadiran penuh dari 15 desa. Capaian tersebut tidak hanya memenuhi syarat quorum organisasi, tetapi juga menjadi indikator kuatnya kohesi internal partai di wilayah Musi Banyuasin.
Sejak awal kegiatan, nuansa kebersamaan terasa kental. Interaksi antar kader berlangsung cair tanpa sekat formalitas yang kaku, mencerminkan kedekatan emosional dalam satu barisan perjuangan politik. Atmosfer ini memperlihatkan bahwa konsolidasi partai tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga kultural.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Musi Banyuasin, Muhamad Yamin, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh kader. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa tantangan politik ke depan menuntut kerja nyata yang konsisten di tengah masyarakat.
“Pemilu akan datang, dan kemenangan tidak lahir dari diam. Ia lahir dari tatap muka, kedekatan, dan kerja nyata,” ujar Yamin dengan nada tegas.
Yamin juga menekankan pentingnya menjaga demokrasi internal partai yang terbuka dan partisipatif. Menurutnya, kekuatan PDI Perjuangan terletak pada ruang demokrasi yang hidup hingga ke tingkat ranting.
“Beginilah PDI Perjuangan, demokrasi itu hidup. Ranting punya hak mengusulkan calon pemimpinnya. Terbuka, tidak sembunyi-sembunyi,” lanjutnya, disambut respons positif dari para kader yang hadir.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Bidang Politik DPC sekaligus Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, Jonkenedi, menegaskan bahwa kekuatan partai bertumpu pada keberanian dalam menyuarakan persoalan rakyat.
Menurutnya, setiap aspirasi masyarakat, sekecil apa pun, harus diperjuangkan melalui jalur partai dan fraksi di parlemen.
“Di situlah fungsi politik hadir, menjadi jembatan antara rakyat dan kebijakan,” tegas Jonkenedi.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pengurus dan kader lainnya, di antaranya Susy Imelda Beni, Sodingun, Desi Ulpa Anggraini, Hermanto, Djonny Aking, serta Edwin Oktariansyah.
Menjelang penutupan, suasana semakin cair saat Djonny Aking menyampaikan dukungan dengan cara yang unik. Ia memberikan fasilitas khusus bagi kader pemilik Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan untuk menikmati layanan di ChaCha Waterfront, mulai dari akses kolam renang gratis hingga berbagai potongan harga.
Syaratnya pun sederhana namun sarat makna cukup menunjukkan KTA dan mengucapkan satu kata, “Merdeka!,”
Sontak, ruangan dipenuhi tawa dan tepuk tangan. Momen tersebut menjadi simbol keakraban yang terbangun kuat di antara para kader, bahwa politik tidak selalu kaku, tetapi juga bisa dirawat dengan kebersamaan dan kegembiraan.
Kegiatan ditutup dengan doa dan sesi foto bersama. Lebih dari sekadar agenda organisasi, rapat ini menjadi pesan kuat bahwa kekuatan partai bertumpu pada soliditas, kedekatan, dan semangat kolektif.
“Berpartai harus dijalani dengan riang gembira. Dari situlah semangat akan terus hidup,” pungkas Muhamad Yamin.”(Red)”.
Editor: Tamrin














