SILET. Jakarta, Bundaran Hotel Indonesia (HI) kembali menjadi pusat perhatian publik setelah seorang pria lansia bernama Alex (58) nekat menceburkan diri ke dalam kolam di lokasi tersebut. Aksi dramatis ini diduga sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan yang dialami oleh anaknya, Rico Pujianto, yang saat ini mendekam di penjara karena dianggap terlibat dalam sebuah kasus pajak.
Pagi itu, sekitar pukul 07.30 WIB, Alex dengan langkah tergesa mendekati kolam Bundaran HI dan tanpa ragu menceburkan diri. Petugas Satpol PP yang sedang bertugas di sekitar lokasi, Agus, segera bergegas dan berhasil menyelamatkan pria lansia tersebut. “Negara tidak boleh kalah,” teriak Alex saat ditarik keluar dari kolam dan segera dibawa ke RSUD Tanah Abang untuk perawatan lebih lanjut.
Dalam pernyataannya yang penuh emosi, Alex menjelaskan bahwa aksinya adalah bentuk protes terhadap sistem hukum yang ia anggap tidak adil. Menurutnya, Rico Pujianto, anaknya, adalah seorang pejuang pajak yang mengungkap praktik kecurangan di tempat kerjanya, tetapi justru berakhir di penjara akibat rekayasa hukum.
Protes Atas Kriminalisasi Pejuang Pajak
“Anak saya, Rico, adalah pejuang pajak. Dia mengungkap kecurangan yang merugikan negara, tetapi malah dipenjara. Dimana keadilan? Negara tidak boleh kalah dari para pengkhianat!” seru Alex penuh emosi. Ia mengungkapkan bahwa Rico, yang seharusnya dihargai atas keberaniannya melawan praktik ilegal, malah dijebak dan dituduh bersalah.
Alex melanjutkan bahwa cobaan yang dialaminya bukan hanya memenjarakan Rico, tetapi juga mempengaruhi kesehatannya secara emosional dan fisik. “Istriku sampai stroke karena anakku dipenjara. Bagaimana mungkin pejuang pajak yang membela negara malah diperlakukan seperti ini? Anakku tidak bersalah, dan jaksa serta hakim banyak yang jadi penghancur rakyat kecil,” lanjut Alex dengan penuh amarah.
Desakan untuk Keadilan
Alex juga menyebut bahwa anaknya dijebak oleh perusahaan tempatnya bekerja yang ingin menutupi kejahatan pajak yang terungkap. “Rico adalah korban kriminalisasi, dan saya berharap pemerintah serta aparat hukum dapat meninjau ulang kasusnya. Anakku satu hari pun tidak pantas berada di penjara. Dia tidak bersalah!”
Peristiwa ini menarik simpati publik yang menyaksikan kejadian di sekitar Bundaran HI dan di media sosial, di mana banyak pihak mendukung seruan Alex untuk menegakkan keadilan. Hingga kini, pihak keluarga belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah hukum yang akan diambil, sementara kondisi mental Alex masih dalam pemantauan pihak medis di RSUD Tanah Abang.
Penegakan Hukum yang Ditunggu
Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden di Bundaran HI, namun Satpol PP memastikan akan terus meningkatkan pengamanan di area tersebut untuk mencegah kejadian serupa. Masyarakat pun berharap bahwa kasus Rico Pujianto dapat ditinjau kembali dengan adil, sehingga perjuangan melawan kejahatan pajak tidak berujung pada penderitaan rakyat kecil yang berani bersuara.
Peristiwa ini menjadi simbol dari kekecewaan dan keresahan masyarakat terhadap sistem hukum yang dianggap tidak berpihak pada kebenaran, serta mempertegas harapan bahwa keadilan akan tetap ditegakkan, tanpa memandang siapa yang kuat atau lemah.
(Is)














