Bengkulu Selatan penasilet.com,- Sungguh sangat mengenaskan, terkhusus di wilaya Kecanmatan Seginim Di kepemerintahan desa Durian seginim Kabupaten Bengkulu Selatan, pemerintah Desanya lebih mengutamakan kepentingan pribadinya Dari pada kepentingan Umum.
saat awak media penasilet Bengkulu selatan kofermasi dengan kepala Desa Durian Mirsan Paruzi pada Hari selasa 19/09/2023 terkait penyerapan Dana desa ketahanan pangan 20% untuk th angaran 2023 belum berjalan sama sekali, pada hal dalam perjalanan untuk tahun anggaran 2023 ini udah hampir tahap akhir.
Lanjut kades, ketika Awak media kembali mempertanyakan kenapa sampai belum di lakukan kegitan, jawab kades kami sudah punya rencana untuk dana ketahanan pangan 20% itu untuk membangun jalan sentra pruduksi, Rabat Beton, namun dengan keadaan cuaca yang sangat exstrim seperti kemarau yang berkepanjangan ini sehinga kami mengalami kendala, seperti kesulitan air.
Karena Air itu sangat penting, jelas kades, Namun kalau dilihat dan di perbandingkan dengan desa – desa yang ada di kabupaten bengkulu selatan sebanyak 142 Desa dalam hal pengelolan dana desa baik fisik atau non fisik sudah berjalan sangat epektip, dan tidak mengalami kendala sama sekali.
Dikarenakan pemerintah desa tersebut betul – betul mendahulukan kepentingan masyarakatnya ketimbang mementingkan kepentingan pribadi, sehinga untuk pemerintah desa itu tidak mengalami kendala.
Namun kalau di konfermasi oleh Awak media sungguh sangat cerdas Alibi kepala desa durian seginim, beginila begitula, kami pemerintah desa durian seginim ini sesuatu apapun yang ingin kami rencakan kami harus berdasarkan Regulasi yang telah di tentukan, ujar kades kepada awak media.
Tetapi kalau dilihat pakta dengan pemerintahan beliau selaku kepala desa dengan alibi – alibinya yang sangat cerdas dan linca tersebut, menjawab pertanyaan awak media nampaknya kades tersebut selaku kepala desa dirinya menjukan ketidak mampuan menjalankan dan mengelola dana desa yang di kucurka oleh pemerintah pusat melalui pemerintah daerah setempat, jadi Alibinya itu membohongi dirinya sendiri alias tidak mampu menjalakan kinerja Roda pemerintah desa.
Dan ahirnya menelantarkan kepentingan masyarakat, kalaupun program yang baru direncanakan untuk membangun jalan sentra produksi seperti Rabat beton itu, dengan tenggang waktu yang sangat rilatip singkat, bisa jadi pengerjaan Rabat tersebut diduga bisa di kata gorikan tidak akan maksimal dan bisa jadi asal – asalan.
Dan yang sangat Eronisnya lagi kerena kepala desa durian seginim ini kalau dalam pembicaraan nya saat di konfermasi oleh awak media apapun tentang kegiatan yang dilakukan, kami tidak mau gegabah untuk melakukanya kami harus berjalan sesuai dengan aturan.
Dan ketika di senggol seputar perikrutan perangkat desa empat bulan yang lalu, dengan di angkatnnya istri beliau selaku perangkat desa sontak kades tersebut menjawab, mau siapapun dia kalau sudah melalui proses dan aturan tidak jadi masala yang penting sudah betul – betul sesuai dengan aturan ujar kades.
Tetapi saat di tanya oleh awak media, dengan kelulusan isteri pak kades, isu yang berkembang di dapat oleh awak media, bahwa isteri beliau mendapat bocoran soal, dengan sepontan yang tadinya mukanya begitu ceriah mendengar Ucapan itu berubah terpaku diam dan merah padam.
Jadi yang selalu berbicara selalu dengan aturan itu, kalau perikrutan perangkat desa tersebut sehingga isteri beliau bisa lulus jadi perangkat desa dengan menghalalkan segala cara berdasarkan aturan yang mana yang kades itu lakukan yang selalu bicara kami sudah menjalankan aturan itu, ini la yang dinamakan diduga menyala gunakan jabatan namanya.
Dengan kejadian seputar perikrutan perangkat desa durian seginim ini dengan perkembangan isu yang berkembang bahwa isteri pak kades sudah mendapat bocoran soal sebelum melakukan tes dengan hari yang telah ditentukan, HEMI GUSTIAN selaku putra daerah Bengkulu Selatan dengan di duga kecurangan Seperti ini, angkat bicara semustinya dalam hal perikrutan perangkat desa durian seginim itu harus di lakukan pemilihan ulang.
Dan juga sangat saya, sangat yakin kecurangan itu pasti benar kerena apa yang lolos tes itu isteri kepala desa, sebab apa kepala desa itu dia pasti merasa malu kalau isterinya tidak lolos, namun yang lebih janggalnya lagi, kalau yang saya amati di kabupaten bengkulu Selatan ini, baru di pemerintah Desa Durian seginim ini la yang isteri kepala desa jadi perangkat desa.
Dan peserta yang ikut tes perangkat desa yang betul – betul berpikir dengan mengerjakan soal yang sangat netral dengan sungguh – sungguh merasa sangat di rugikan.
jadi sekali lagi saya katakan pemilihan ini harus di ulang, dan bila manna itu sudah di SK kan dan sudah menerima gaji itu bisa menjadi TGR ( Temuan Kerugian Negara) jadi kerugian negara itu harus di kembalikan tutup Helmi.(HD)














