MUSI BANYUASIN,Penasilet.com – Sebanyak 76 generasi muda asal Sumatera Selatan resmi diberangkatkan menuju Yogyakarta untuk menempuh pendidikan vokasi Ahli Sawit melalui Program Beasiswa Penuh Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit–Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP-BPDP) Tahun 2026.
Dari jumlah tersebut, 11 peserta merupakan putra-putri terbaik asal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Mereka akan mengikuti pendidikan di Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER) dengan dukungan beasiswa penuh.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit sekaligus membuka peluang bagi generasi muda daerah untuk memiliki kompetensi profesional yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Keberangkatan para peserta merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bersama Yayasan AKPY-STIPER Yogyakarta.
Direktur AKPY-STIPER, Dr. H. Sri Gunawan, S.P., M.P., IPU, mengatakan pihaknya sebelumnya menurunkan tim sosialisasi langsung ke Kabupaten Muba atas permintaan Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga.
Sosialisasi yang dilaksanakan pada 1 April 2026 tersebut menjangkau sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Lawang Wetan di bagian barat dan Kecamatan Sungai Lilin di wilayah timur Muba.
“Sesuai permintaan Kadisnakertrans Pak Sinulingga, kami menurunkan tim sosialisasi langsung ke Muba. Hasilnya, dari total 76 warga Sumsel yang lolos, 11 orang di antaranya berasal dari Musi Banyuasin,” ujar Sri Gunawan, Jum’at (25/9/2026).
Bupati Musi Banyuasin, H. M. Toha Tohet, menyambut positif keberhasilan tersebut. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan vokasi melalui beasiswa penuh harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi Disnakertrans Muba bersama Yayasan AKPY-STIPER Yogyakarta. Selamat menempuh pendidikan bagi 11 generasi muda Muba yang akan dididik menjadi ahli sawit handal di Yogyakarta,” kata Toha Tohet.
Ia berpesan agar para peserta tidak hanya mengejar pendidikan, tetapi juga membangun kompetensi dan pengalaman yang nantinya dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan daerah.
“Manfaatkan kesempatan emas ini sebaik-baiknya untuk menimba ilmu, mengasah kompetensi, dan kelak kembali ke bumi Serasan Sekate untuk membangun daerah serta memajukan industri perkebunan kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, AP, mengungkapkan keberhasilan 11 peserta Muba menjadi kebanggaan tersendiri karena mereka berhasil lolos dalam seleksi tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
“Dari total 76 orang se-Sumatera Selatan yang mengikuti seleksi dan lolos pada program beasiswa penuh SDMP-BPDP Tahun 2026 ini, sebanyak 11 orang di antaranya merupakan anak-anak berbakat asal Kabupaten Musi Banyuasin,” ungkap Herryandi.
Program beasiswa tersebut tidak menggunakan APBD Kabupaten Muba. Para peserta akan mendapatkan pendidikan vokasi khusus di AKPY-STIPER Yogyakarta dengan orientasi pada pembentukan tenaga kerja terampil, profesional, dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri kelapa sawit.
Para peserta dijadwalkan berangkat pada Jumat pukul 13.30 WIB menuju Kampus AKPY-STIPER Yogyakarta.
Keberangkatan 76 generasi muda Sumsel, termasuk 11 putra-putri Muba, diharapkan menjadi investasi sumber daya manusia jangka panjang bagi sektor perkebunan. Mereka diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik, menjaga nama baik daerah, serta membawa pengetahuan dan inovasi baru ketika kembali dan berkontribusi di daerah.
Menuju Muba Maju Lebih Cepat.(Red).
Editor: Tamrin














