KOTA TANGERANG,Penasilet.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Perguruan Buddhi yang digelar pada Januari 2026 berlangsung khidmat dan penuh makna. Perayaan setengah abad lebih perjalanan dunia pendidikan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang refleksi mendalam terhadap tanggung jawab bersama dalam menjaga dan melanjutkan warisan pendidikan yang telah dibangun sejak tahun 1975.
Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus yayasan, pimpinan sekolah, para guru, tenaga kependidikan, siswa, alumni, serta tokoh masyarakat. Salah satu momen penting dalam peringatan ini adalah sambutan Romo Ruby Santamoko, S.Ag., M.MPd, Ketua Badan Pengurus Boen Tek Bio Kota Tangerang, yang menyampaikan pesan kuat mengenai makna pendidikan sebagai amanah lintas generasi.
Dalam sambutannya, Romo Ruby menegaskan bahwa usia 51 tahun Perguruan Buddhi merupakan bukti nyata konsistensi, ketekunan, dan komitmen panjang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Lima puluh satu tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini adalah warisan perjuangan para pendiri, para pendidik, dan seluruh pihak yang dengan setia mengabdikan diri bagi dunia pendidikan. Warisan ini harus kita rawat bersama dengan penuh tanggung jawab,” ujar Romo Ruby di hadapan hadirin.
Ia menekankan bahwa pendidikan tidak boleh dipandang hanya sebagai proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan sebagai upaya menyeluruh dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik.
“Sekolah adalah ruang pembentukan manusia. Jika pendidikan hanya berorientasi pada nilai akademik semata, maka kita kehilangan esensi sejatinya. Pendidikan harus menumbuhkan nilai moral, etika, kepedulian sosial, dan tanggung jawab sebagai warga bangsa,” lanjutnya.
Romo Ruby juga menyoroti tantangan besar dunia pendidikan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, khususnya di era digital dan globalisasi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai agar generasi muda tidak kehilangan arah.
“Perkembangan teknologi adalah keniscayaan. Namun, tanpa nilai dan karakter yang kuat, kemajuan itu justru dapat menjadi ancaman. Di sinilah peran sekolah sebagai penjaga nilai dan penuntun moral generasi muda,” tegas Romo Ruby.
Ia menambahkan, tanggung jawab menjaga kualitas pendidikan tidak hanya berada di pundak sekolah dan guru, tetapi juga melibatkan orang tua, yayasan, serta masyarakat luas.
“Pendidikan adalah kerja bersama. Sekolah tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan orang tua, keterlibatan masyarakat, serta sinergi semua pihak menjadi kunci keberhasilan dalam membangun generasi yang berintegritas dan berdaya saing,” katanya.
Dalam momentum HUT ke-51 ini, Romo Ruby mengajak seluruh civitas akademika Perguruan Buddhi untuk menjadikan peringatan ini sebagai titik tolak pembaruan semangat dan komitmen.
“Mari kita rawat dan lanjutkan warisan pendidikan ini dengan hati yang tulus dan pikiran yang terbuka. Tantangan ke depan tidak semakin ringan, tetapi dengan kebersamaan dan tanggung jawab, kita mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-51 Perguruan Buddhi mengusung tema “Growing Minds, Growing Character” serta semangat “Growth Together”, yang mencerminkan tekad bersama untuk terus bertumbuh seiring perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang telah menjadi fondasi pendidikan.
Acara ditutup dengan rangkaian kegiatan reflektif dan kebersamaan sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Perguruan Buddhi dalam dunia pendidikan, sekaligus harapan agar lembaga ini terus menjadi pilar pembentukan karakter generasi penerus bangsa, khususnya di Kota Tangerang dan sekitarnya.”(Red)”
Editor: Tamrin














