MUSI BANYUASIN,Penasilet.com — Warga Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), digegerkan dengan penemuan dua peristiwa kematian pria dalam waktu berdekatan pada Jumat (2/1/2025) sore. Kedua kejadian tersebut saat ini telah ditangani oleh aparat kepolisian setempat.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 17.20 WIB di wilayah Dusun Simpang Patin, Desa Suka Jaya. Sesosok mayat pria ditemukan di dalam sebuah tedmon air yang berada di area tempat penyulingan minyak ilegal. Korban berjenis kelamin laki-laki dan hingga kini belum diketahui identitasnya atau dikenal sebagai Mr. X.
Penemuan mayat tersebut bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau tidak sedap serta melihat banyak lalat berkerumun di sekitar tedmon. Setelah diperiksa, warga mendapati sesosok tubuh manusia di dalamnya dan segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Bayung Lencir langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban yang ditemukan di dalam tedmon. Jika ada masyarakat yang mengetahui identitas korban, kami imbau agar segera melapor ke pihak berwajib,” ujar Kasi Humas Polres Musi Banyuasin IPTU Hutahean, S.M., mewakili Kapolsek Bayung Lencir AKP Tiyan Kalingga dalam rilis resmi Polres Muba, Sabtu (3/1/2026).
Selang sekitar satu jam kemudian, peristiwa kematian kembali terjadi di wilayah yang sama. Sekitar pukul 18.30 WIB, seorang pria ditemukan meninggal dunia di Pondok Rumah Makan Dolok Martimus, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir.
Korban diketahui bernama Nurdin Nasution (41), seorang sopir yang berdomisili di RT 06 RW 014 Griya Pancoran Mas Blok C5, Desa Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.
Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat beristirahat di pondok rumah makan tersebut. Namun saat hendak dibangunkan, korban tidak memberikan respons. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayung Lencir untuk dilakukan pemeriksaan medis.
“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung,” ungkap petugas kepolisian kepada beberapa media, Jum’at (2/1/2026).
Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan pihak rumah makan ke Polsek Bayung Lencir untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, kedua kejadian kematian tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Polisi mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan kejadian serupa di lingkungan sekitar.
“(Tim/Red)”
Editor: Tamrin














