Syukur Mandar Desak Presiden Lakukan Efisiensi, Potong Gaji DPR hingga Direksi BUMN Demi Kesejahteraan Guru

JAKARTA,Penasilet.com – Direktur Eksekutif Government Watch (Gowa), Syukur Mandar, mengkritik keras sikap pemerintah yang kerap mengeluhkan keterbatasan anggaran setiap kali muncul tuntutan kenaikan gaji guru. Menurutnya, alasan ketidaktahuan sumber dana untuk menyejahterakan tenaga pendidik tidak mencerminkan keberpihakan pada masa depan bangsa.

Sebagai solusi konkret, Syukur Mandar mendesak Presiden untuk melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran, salah satunya dengan memotong gaji serta fasilitas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), jajaran kabinet, hingga direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Perbandingan Kontribusi yang Timpang

Syukur Mandar menilai, ada ketimpangan yang nyata jika membandingkan kontribusi para wakil rakyat dengan para guru terhadap keberlangsungan negara.

“Kontribusi antara guru dan DPR itu sama sekali tidak sebanding. Kontribusi guru sangat jelas, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Sementara DPR, alih-alih memberikan solusi, kinerjanya justru sering kali dinilai menyengsarakan kehidupan rakyat,” ujar Syukur dalam keterangannya diunggah melalui akun media sosial, Sabtu (27/6/2026).

Lebih lanjut, ia menyoroti fungsi pengawasan lembaga legislatif yang dianggap mandul dan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Keberadaan lembaga-lembaga tersebut dinilai hanya menghabiskan anggaran negara tanpa memberikan output yang signifikan bagi masyarakat luas.

Desakan Efisiensi Anggaran

Melihat kondisi tersebut, Syukur Mandar meminta Presiden untuk berani mengambil langkah strategis demi menyelamatkan anggaran negara. Efisiensi tunjangan dan fasilitas pejabat dinilai menjadi jalan keluar yang paling logis untuk mendanai peningkatan kesejahteraan guru.

“Presiden harus melakukan efisiensi pada gaji anggota DPR, anggota kabinet, hingga direksi BUMN yang kontribusinya tidak sebanding dengan para guru. Jadi tidak ada alasan lagi tidak tahu duitnya dari mana. Potong saja anggaran mereka yang tidak produktif, dialihkan untuk guru,” tegas Syukur Mandar.

Melalui langkah ini, Syukur berharap pemerintah dapat menunjukkan komitmen nyata dalam memprioritaskan sektor pendidikan dan memuliakan profesi guru sebagai pilar utama pembangunan bangsa.(Red).

Editor: Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!