Selengkapnya klik link👇👇👇
PENASILET.COM – CARIU| Warga Cariu yang lahannya terdampak pembangunan bendungan Cibeet bernafas lega, Pasalnya setelah sekian lama menunggu pembayaran ganti kerugian lahannya yang terkena dampak bendungan Cibeet yang merupakan Projek Strategis Nasional (PSN) pusat.
102 Orang pemilik lahan menghadiri acara pembayaran Uang ganti kerugian tahap(1) tahun 2024 yang di gelar di hotel Mutiara Cariu pada 17 Oktober 2024.
Turut hadir pada acara tersebut. Kepala satuan kerja (Kasatker) bendungan Cibeet dan Cijurey – Sandi Erryanto – Camat Cariu yang diwakili Agus Sopiyan Budi Asmara Sekcam. Danramil Koramil 08 Cariu yang diwakili Setu Roni Susanto. Kapolsek Cariu Kompol Den Den Sukmara S.E. M.E – Kepala Desa Cariu Ahmad Suryadi – Pihak BPN Bogor – Kejari Bogor – PPK II tanah . Pimpinan dan Humas PT. Nindya Karya hadir pula dari pihak Bank BRI cabang Cibubur.
Tidak tanggung tanggung Uang ganti kerugian ditahap satu mencapai lebih kurang 102 miliar rupiah untuk pembayaran 12,78 Hektare lahan 102 bidang, yang di saksikan dan diawasi Kajari dan Kajati.
Menurut keterangannya Sandi Erryanto sebagai Kepala satuan kerja bendungan Cibe’et dan Cijurey, saat wawancara dengan para awak media dilokasi acara menjelaskan.”Anggaran untuk pembayaran lahan warga di tahap satu (1) mencapai lebih kurang 102 Miliar rupiah di tahap satu. dan itu untuk alokasi pembayaran lahan lebih kurang 15 Hektare. Kalau kami lihat dari 850 ribu KK ini untuk yang terkait pemenuhan suplay kebutuhan Air baku bagi masyarakat. sementara menurut informasi di Cariu ini ada 19 ribu KK berarti jika di persentasekan baru 2,5 %( persen). berarti masih berlimpah untuk bisa dikembangkan lagi.”Terang Sandi Erryanto (17/10).
Lebih lanjut Sandi Erryanto menuturkan -Tentu harapan kami agar segera cepat terealisasi proses pembangunan bendungannya dan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena dengan dibendungnya sungai Cibe’et ini untuk kemaslahatan masyarakat sehingga semakin sejahtera dan tentunya secara faktor ekonomi juga semakin meningkat.
” Maka dari itu harapan kami mohon doa dan dukungannya dari semua pihak termasuk dari rekan – rekan media – Lsm agar proses berjalan lancar dan kondusif. Kami juga mohon maaf kepada warga masyarakat dan semua pihak agar bersabar dan mengikuti tahapan / proses karena, situasi dan kondisi dilapangan tidak semudah yang di perkirakan salah satu kendala terkait kelengkapan administrasi dan itu salah satu kendala yang kami anggap menjadi faktor adanya keterlambatan pembangunannya.”Jelasnya.
Terkait adanya wacana pemindahan As bendungan Cibeet kami mohon mengerti dari masyarakat , media , Lsm karena itu sudah melalui proses dan mempertimbangkan dari aspek, Sosialnya, Biografinya termasuk resiko – resikonya, sehingga melalui proses analisa – riset yang dilakukan oleh tim ahli di- bidangnya dengan waktu yang cukup panjang sehingga kesimpulannya tetap di titik tersebut.”Kata Sandi Erryanto.
,” Masih dilokasi yang sama pihak PPK bendungan Cibeet Muklisun memberikan keterangan – Pembayaran tahap satu kami mendapatkan informasi yang dibayar hari Ini lebih kurang 15 Hektare dari kepemilikan 76 warga.”Untuk total pengadaan lahan informasinya lebih kurang 6467 bidang kalau tidak salah ya.”Ungkap Muklisun yang didampingi Deden Humas Nindya Karya.
Kami semua berharap dengan adanya UGK tahap satu hari ini bisa berdampak positif kepada proses pengadaan lahan.” Dan juga dapat memotivasi warga bahwa pemerintah tidak akan merugikan masyarakatnya. kami tidak menyalahkan pihak ini – itu karena kami ini merupakan paket sehingga untuk menjalankan tugas sudah di atur sesuai bidangnya tujuannya adalah, untuk pembangunan bendungan Cibe’et.”Imbuhnya.
Hj. Emilda salah seorang warga yang lahannya terkena dampak bendungan Cibeet mengaku senang dengan adanya pembayaran lahannya. Kami sangat senang dan mengapresiasi kepada pemerintah yang sudah membayar tanah kami dan kami tidak merasa dirugikan sama sekali apalagi ini untuk kepentingan semua.”Singkatnya.
|Marco














