Asahan – penasilet.com | selasa,19/3/2024 Keberadaan BUMDes Anugerah (Badan Usaha Milik Desa) desa Aek Nabuntu kecamatan Aek Ledong kabupaten Asahan dinilai warga kini sedang berada dijalan buntu, dan sedang menjadi perbincangan khusus ditengah tengah masyarakat terkhusus dari kalangan pegiat sosial seperti Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara – Pembaharuan Nasional ( Lsm Penjara Pn).
Sekretaris Lsm Penjara-Pn yang akrab disapa Pak Pur ditengah tengah awak media mengatakan BUMDes Anugerah desa Aek Nabuntu kini tengah menjadi sorotan pasalnya dari data kemendes penyertaan modal BumDes Anugerah sangat Pantastis mendekati angka 500 juta.
” Mudah mudahan data yang kami miliki tidak meleset, angkanya sangat pantastis jika dibandingkan dengan jumlah penduduk desa itu yang merupakan desa dalam kawasan HGU ” ujar sekjen tanpa menyebut nominal.
Masih menurut pak Pur, kini pihaknya tengah melengkapi data yang akan disampaikan kepada APH.
” kami beserta kawan kawan dari media tengah menyelesaikan kajian, paling lama besok ,rabu 20/3/24 red sudah kita layangkan ke Aph, bukan cuma desa Aek Nabuntu, tapi ada dua desa lagi yang juga dikawasan HGU PT.Socfindo, seperti desa Afdeling satu dan desa Batu Anam, tetapi bukan dalam kasus yang sama” jelas pak Pur sembari menunjukkan berkas yang akan dilayangkan.
Sementara itu Leman,S.Ag kepala desa Aek Nabuntu saat dikonfirmasi via Aplikasi WhatsApp mengatakan BUMDesAnugerah bergerak dibidang SPP, Depot dan Pasar Desa.
” BUMDes Anugerah bergerak dibidang SPP, Pasar Desa dan Depot, mulai tahun 2021- 2023 kami tidak lagi menganggarkan penyertaan modal BUMDes”demikian tulisnya dalam Aplikasi WhatsApp saat menjawab pertanyaan awak media.
Liputan Mastarip














