Pelanggan PT.PLN (Persero) Rayon Sekayu Kaget Tagihan Listrik Melonjak Drastis

  • Bagikan

SEKAYU, penasilet.com – Sejumlah pelanggan PT PLN (Persero) Rayon Sekayu mengeluhkan tagihan listrik yang melonjak drastis, hingga membuat masyarakat merasa kaget melihat tagihan listriknya.

Beberapa masyarakat mendatangi Kantor PT.PLN (Persero) Rayon Sekayu Jl.Kopral Hanapiah Serasan Jaya-Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) Provinsi Sumatera Selatan mempertanyakan penyebab melonjaknya tagihan listrik untuk pembayaran pada bulan Agustus 2022 ini,Selasa (16/8/2022).

Seperti yang dialami Rizon warga Desa Sukarami kec.Sekayu-Muba,Dia mengaku terkejut dengan biaya listrik yang harus dibayarnya.

Biasanya dia hanya membayar sebesar Rp. 100,-Rp.150 ribuan per bulan. Namun kali ini sebesar Rp.724 ribu untuk tagihan listrik pemakaian Juli lalu pembayaran pada Agustus hampir 7 kali lipat peningkatan tagihan listrik dari biasanya.

“Saya merasa kaget kenaikan tagihan listrik yang begitu signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya karena tidak pernah membayar tagihan listrik sebesar Rp.724 ribu seperti ini,biasanya saya hanya bayar Rp.100 ribuan paling tinggi Rp.150 ribuan tetapi untuk pembayaran kali ini ada peningkatan hampir 7 kali lipat yang harus di bayar,sedangkan pemakaian listrik seperti biasa-biasanya saja tidak ada penggunaan listrik berlebihan.”jelasnya.

“Rizon juga mengatakan Dia tidak mengetahui secara pasti penyebab mahalnya tagihan listrik yang harus dibayarnya, padahal dari informasi yang saya dapatkan, tidak ada kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).Namun dari penjelasan bagian pelayanan PLN Sekayu, pembengkakan biaya tagihan listrik ini di karenakan kurang tagih selama sebelas bulan pada rekening saya itu disebabkan adanya kesalahan petugas pencatat meteran pelanggan di desa Sukarami penjelasannya.”kata Rizon.

“Saya sangat menyayangkan hal ini bila itu kesalahan petugas dari PLN seharusnya tidak dibebankan kepada pelanggan seperti pada kejadian yang saya alami dan semoga hal semacam ini tidak terulang lagi seperti kejadian sa’at ini” ujar Rizon kepada awak media.

“Untuk itu saya berharap kepada pihak PLN Sekayu jika ada kurang tagih atau apapun istilah sebutannya sebulan atau dua bulan itu terjadi pelanggan segera di beritahu baik secara lisan maupun secara tulisan atau lewat media massa bisa juga lewat media sosial sehingga permasalahan tidak berlarut-larut dan masyarakat tidak dikagetkan tagihan yang membengkak secara tiba-tiba.”tukasnya.

Saat di korfirmasi kepada pihak Humas PT.PLN (persero) Rayon Sekayu,Irsan menjelaskan persoalan melonjaknya tagihan listrik pelanggan PLN untuk pemakaian bulan Juli yang lalu pembayaran pada bulan Agustus ini memang bukan ada kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) ,namun itu disebabkan ada pelanggan itu mengalami Kurang tagih karena pada bulan-bulan sebelumnya pelanggan tagihannya kurang dari yang semestinya harus di bayar pelanggan atau tagihan nya itu kurang daripada pemakaiannya,”paparnya.

“Selain itu juga ada faktor kesalahan dari petugas pencatat pada meteran pelanggan tidak mencatat secara valid pemakaian pelanggan,oleh karena itulah beberapa waktu yang lalu banyak yang kami berhentikan.”tuturnya.

“Namun kami tetap memberikan solusi agar tidak memberatkan pelanggan yang mengalami pembengkakan tagihan listriknya yang dikarenakan Kurang Tagih itu dapat membayar dengan cara mengangsur selama 6 bulan,kalau untuk penghapusan total itu tidak ada aturannya tagihan PLN berdasarkan Stand pada meteran sesuai dengan pemakaian pelanggan .”tutupnya.”(tmr).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!