Kepala desa Wajib Bantu Atasi Stunting

  • Bagikan

Bengkulu Selatan penasilet.com : Banyaknya kasus stunting di Bengkulu Selatan (BS) membuat Bupati BS, Gusnan Mulyadi SE MM prihatin. Dirinya meminta semua Kepala Desa (Kades) di BS agar ikut berperan aktif dalam mengentaskan kasus stunting atau gizi buruk di BS.

” Kades juga harus aktif mengatasi kasus stunting di desanya masing-masing,” katanya.
Untuk itu, dirinya meminta kades dapat menyediakan anggaran pada dana desa (DD) untuk mengantisipasi dan pencegahan kasus stunting di desanya. Bahkan jika kades tidak peduli terhadap kasus stunting tersebut, dirinya mewarning untuk menunda pencairan DD.

dan “kalau kades tidak respon terharap kasus stunting, kita tunda dulu pencarian DD nya,” ujarnya.
Dikatakan Gusnan, alokasi anggaran DD yang dikucurkan pemerintah pusat setiap tahun, harus maksimal untuk penanggulangan stunting. Selain itu, ia juga mengajak agar masyarakat untuk sama-sama aktif mengawasi sistem pertumbuhan anak di bawah lima tahun (balita) dan anak usia 1-3 tahun (batita) untuk menghindari resiko stunting.

” Kite berkomitmen agar BS bebas dari stunting, jadi kita semua harus saling mendukung,” harap Gusnan.
Kadis Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB-P3A) BS, Ferry Kusnadi SE mengaku, langkah door to door sangat penting dalam penanggulangan stunting. Karena langkah pemerintah dalam edukasi penanganan stunting harus dipahami masyarakat secara umum. Serta petugas Kader Bangga Kencana juga menjadi ujung tombak dalam menurunkan angka stunting di BS.

” Agar kasus stunting bisa tuntas, kami berharap agar kebutuhan gizi bagi masyarakat khususnya balita dan batita bisa dipenuhi secara utuh,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya mengharapkan adanya peran serta pemerintahan desa dalam penyediaan anggaran untuk kebutuhan gizi tambahan ini. Sehingga semua balita dan batita di desanya dapat terpenuhi akan makanan bergizi.

” Jika setiap desa membantu makanan gizi tambahan bagi batita dan balita yang ada di desanya, maka saya optimis ke depan tidak ada lagi kasus stunting di BS,” terang Fery.
Saharudin, Kades Banding Agung, Seginim mengaku dalam anggaran DD, pemerintahan desa menyediakan anggaran untuk membantu keluarga kurang mampu di desa, termasuk kebutuhan makanan gizi tambahan bagi balita dan batita yang ada di desanya.

” Kami sangat mendukung upaya agar tidaj ada kasus stunting di BS, kami kades juga selalu menyediakan anggaran untuk membantu kebutuhan warga,” ujar Saharudin.(Hamdani)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!